

Periode pelaporan didominasi oleh perkembangan kebijakan lintas batas dan geopolitik, termasuk negosiasi tarif AS-Kanada yang kembali berlangsung serta pernyataan baru dari Washington mengenai Iran dan Selat Hormuz. Kekhawatiran terhadap keamanan maritim juga tetap menjadi sorotan setelah UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah insiden di jalur perairan tersebut.
Dalam kebijakan keuangan dan pasar, Departemen Keuangan AS melanjutkan usulan aturan implementasi untuk kerangka stablecoin GENIUS Act, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Di Jepang, yen tetap berada di bawah tekanan setelah intervensi terkoordinasi pada akhir Juli oleh otoritas Jepang dan AS.
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dilaporkan sedang bernegosiasi hanya beberapa jam sebelum Amerika Serikat dijadwalkan memberlakukan tarif baru sebesar 50% atas impor Kanada, termasuk stik hoki, wine, dan barang lainnya. Laporan yang disediakan menyebutkan bahwa pembicaraan tersebut bertujuan untuk mencapai kesepakatan sebelum kebijakan itu mulai berlaku.
Presiden AS Donald Trump mengatakan di media sosial bahwa tidak ada pembicaraan atau komunikasi yang sedang berlangsung, maupun yang dijadwalkan, dengan Iran. Ia juga mengatakan bahwa blokade angkatan laut tetap sepenuhnya berlaku dan efektif, bahwa Selat Hormuz terbuka dan beroperasi, serta bahwa seluruh ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan. Artikel yang disediakan juga menyebutkan bahwa Politico melaporkan pemerintahan Trump sedang meningkatkan tekanan terhadap Iran.
UK Maritime Trade Operations mengatakan telah menerima laporan mengenai sebuah insiden di Selat Hormuz, menurut Reuters sebagaimana dikutip dalam artikel yang disediakan. Tidak ada rincian operasional lebih lanjut yang telah terverifikasi dalam materi sumber.
Imbal hasil Treasury AS terus naik di seluruh tenor selama pekan tersebut, dengan imbal hasil obligasi Treasury AS 30 tahun mencapai 5,33% pada hari Senin, level tertinggi sejak 2007 pada masa krisis keuangan global, menurut laporan yang disediakan. Artikel tersebut mengaitkan pergerakan ini dengan kekhawatiran fiskal dan keraguan terhadap independensi Federal Reserve.
Departemen Keuangan AS meminta masukan publik atas kerangka yang diusulkannya untuk menerapkan ketentuan-ketentuan utama GENIUS Act, yang menetapkan kerangka regulasi untuk stablecoin. Usulan tersebut akan memperjelas kapan sebuah perusahaan dianggap menerbitkan stablecoin di Amerika Serikat dan kapan penyedia layanan aset digital dianggap menawarkan atau menjual stablecoin kepada pengguna AS. Artikel yang disediakan menyebutkan bahwa penerbit stablecoin asing dapat beroperasi di Amerika Serikat jika memenuhi persyaratan GENIUS Act, termasuk pendaftaran pada OCC, dan bahwa usulan tersebut menguraikan sanksi hingga $1 juta dan hukuman penjara lima tahun untuk penerbitan yang melanggar hukum. Artikel itu juga menyebutkan bahwa, mulai tanggal efektif yang diperkirakan pada 18 Januari 2027, penerbit akan memerlukan lisensi federal atau negara bagian yang sesuai.
Laporan yang disediakan menyebutkan bahwa dolar AS diperdagangkan di dekat 159,50 terhadap yen Jepang pada hari Selasa setelah mencapai level tertinggi sesi yang sedikit di bawah 160,00. Disebutkan bahwa ini merupakan level terkuat untuk pasangan mata uang tersebut sejak Tokyo dan Washington melakukan intervensi bersama pada akhir Juli, dan bahwa yen telah mengembalikan sekitar setengah dari pergerakan intervensi bersejarah tersebut.
Perkembangan utama dalam periode pelaporan adalah pembicaraan tarif AS-Kanada pada tahap akhir, ketegangan yang berlanjut seputar Iran dan Selat Hormuz, kenaikan imbal hasil Treasury AS, proses penyusunan aturan stablecoin baru di AS, dan tekanan yang terus berlanjut pada yen setelah intervensi terkoordinasi.