
USD/CHF menguat setelah membukukan penurunan sehari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 0,8260 pada sesi Asia hari Rabu. Pasangan mata uang ini naik karena dolar AS (USD) ditopang oleh permintaan aset aman di tengah kenaikan harga minyak yang memperbesar kekhawatiran inflasi global.

Harga minyak naik seiring para pelaku pasar mencermati sinyal yang beragam terkait upaya diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski perundingan masih berlangsung, sentimen pasar menghadapi tekanan setelah pertemuan tingkat tinggi di Teheran, ketika Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Asim Munir, bertemu dengan para pemimpin senior diplomatik dan militer Iran untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan perundingan dengan Washington. Seorang diplomat yang terlibat dalam pembicaraan tersebut menjelaskan bahwa meski upaya penyelesaian konflik terus berlangsung, laporan mengenai kesepakatan final yang akan segera tercapai masih terlalu dini.
Pasar keuangan terus mencermati langkah Federal Reserve (Fed) berikutnya. Menurut CME FedWatch Tool, para pelaku pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sebesar 83,9% bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pekan depan, serta peluang sebesar 90% untuk kenaikan suku bunga pada Desember. Namun, Ketua Fed Kevin Warsh tetap bersikap netral dan menegaskan bahwa ia tidak “menentukan terlebih dahulu” keputusan suku bunga. Sikap tersebut membuat pasar tidak memperoleh sinyal yang pasti mengenai apakah bank sentral akan menaikkan atau mempertahankan suku bunga pada rapat kebijakan Oktober mendatang.
Menurut data yang dirilis pada Selasa oleh Administrasi Bea Cukai Federal Swiss, surplus perdagangan negara tersebut menyusut tajam menjadi CHF 1,31 miliar pada September, dari CHF 4,2 miliar pada bulan sebelumnya. Angka ini merupakan surplus perdagangan terkecil sejak November 2022, didorong oleh lonjakan impor sebesar 24,9% secara bulanan, yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Sementara itu, ekspor mencatat kenaikan tipis sebesar 1,5% secara bulanan (MoM).
Para ahli strategi UOB Group mencatat bahwa bias penurunan USD/CHF terus menguat dalam beberapa sesi terakhir. Mereka mengingatkan bahwa pada Jumat lalu, 16 Oktober, saat kurs spot berada di sekitar 0,8280, mereka telah menyoroti bahwa “momentum penurunan sedang terbentuk dan jika USD ditutup di bawah 0,8245, mata uang ini dapat turun menuju 0,8225.” Pasangan ini kemudian turun ke level terendah 0,8215, sehingga mereka memperbarui proyeksinya kemarin, 19 Oktober, ketika kurs spot berada di dekat 0,8240, bahwa USD “dapat turun lebih lanjut ke 0,8200.” UOB menegaskan bahwa mereka “akan tetap mempertahankan pandangan yang sama selama USD bertahan di bawah 0,8300,” tanpa perubahan pada level “resistansi kuat” yang terus membatasi kenaikan.
Franc Swiss (CHF) adalah mata uang resmi Swiss. Mata uang ini termasuk dalam sepuluh mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, dengan volume perdagangan yang jauh melampaui ukuran perekonomian Swiss. Nilainya ditentukan antara lain oleh sentimen pasar secara umum, kondisi perekonomian negara tersebut, serta tindakan Bank Nasional Swiss (SNB). Antara 2011 dan 2015, nilai tukar franc Swiss dipatok terhadap euro (EUR). Patokan tersebut dicabut secara mendadak, sehingga nilai franc melonjak lebih dari 20% dan memicu gejolak pasar. Meski patokan itu tidak lagi berlaku, pergerakan CHF cenderung berkorelasi erat dengan euro karena tingginya ketergantungan perekonomian Swiss pada kawasan euro yang bertetangga dengannya.
Franc Swiss (CHF) dianggap sebagai aset aman, yakni mata uang yang cenderung dibeli investor ketika pasar mengalami tekanan. Hal ini berkaitan dengan pandangan dunia terhadap Swiss: perekonomian yang stabil, sektor ekspor yang kuat, cadangan bank sentral yang besar, serta sikap politik netral dalam konflik global yang telah lama dipertahankan menjadikan mata uang negara tersebut pilihan yang baik bagi investor yang menghindari risiko. Masa penuh gejolak cenderung memperkuat nilai CHF terhadap mata uang lain yang dianggap lebih berisiko sebagai instrumen investasi.
Bank Nasional Swiss (SNB) mengadakan rapat empat kali setahun, sekali setiap kuartal, lebih jarang dibandingkan bank sentral utama lainnya, untuk menetapkan kebijakan moneter. Bank ini menargetkan tingkat inflasi tahunan di bawah 2%. Ketika inflasi berada di atas target atau diperkirakan melampaui target dalam waktu mendatang, bank tersebut akan berupaya meredam kenaikan harga dengan menaikkan suku bunga kebijakan. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya berdampak positif bagi franc Swiss (CHF) karena menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga Swiss menjadi tujuan investasi yang lebih menarik. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan CHF.
Rilis data makroekonomi Swiss merupakan acuan penting untuk menilai kondisi perekonomian dan dapat memengaruhi valuasi franc Swiss (CHF). Perekonomian Swiss secara umum stabil, tetapi perubahan mendadak dalam pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca transaksi berjalan, atau cadangan devisa bank sentral berpotensi memicu pergerakan CHF. Secara umum, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tingkat pengangguran yang rendah, dan tingkat kepercayaan yang tinggi berdampak positif bagi CHF. Sebaliknya, jika data ekonomi menunjukkan pelemahan momentum, CHF cenderung terdepresiasi.
Sebagai perekonomian kecil dan terbuka, Swiss sangat bergantung pada kondisi perekonomian negara-negara kawasan euro yang bertetangga dengannya. Uni Eropa secara keseluruhan merupakan mitra ekonomi utama sekaligus sekutu politik penting bagi Swiss. Oleh karena itu, stabilitas makroekonomi dan kebijakan moneter di kawasan euro sangat penting bagi Swiss dan, pada gilirannya, bagi franc Swiss (CHF). Dengan ketergantungan tersebut, beberapa model menunjukkan bahwa korelasi pergerakan euro (EUR) dan CHF mencapai lebih dari 90%, atau mendekati sempurna.