Franc Swiss Menguat seiring Ekspektasi Jeda Suku Bunga The Fed Membebani Dolar AS

  • USD/CHF turun karena nada netral The Fed memangkas drastis ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober.
  • Pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 83,9% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga bulan ini.
  • Biaya pinjaman yang rendah di Swiss membuat franc tetap sangat menarik sebagai mata uang pendanaan carry trade.

USD/CHF melemah setelah dibuka dengan celah naik, tetapi tetap berada di wilayah positif dan diperdagangkan di sekitar 0,8240 pada sesi Asia hari Senin. Pasangan mata uang ini kehilangan pijakan seiring tertekannya Dolar AS (USD) akibat menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada Oktober.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Dalam acara Dana Moneter Internasional pada Jumat, Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa ia tidak menentukan terlebih dahulu keputusan kebijakan moneter. Pernyataan ini membuat pasar tidak mendapat petunjuk arah yang jelas menjelang pertemuan bank sentral pada 27–28 Oktober mendatang.

Pernyataan netral tersebut menyebabkan ekspektasi kenaikan suku bunga turun tajam. Menurut data CME FedWatch Tool, para trader kini memperhitungkan peluang sebesar 83,9% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada akhir bulan ini, meningkat signifikan dari probabilitas 49% yang tercatat sebulan lalu.

Sementara itu, Bank Nasional Swiss (SNB) secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya di 0% hingga akhir tahun, dengan para pembuat kebijakan mengurangi ancaman intervensi aktif di pasar valuta asing. Karena biaya pinjaman di Swiss tetap menjadi yang terendah di dunia selama lebih dari setahun, franc terus memiliki daya tarik kuat sebagai mata uang pendanaan pilihan untuk carry trade.

Momentum penurunan USD/CHF membuat UOB membidik 0,8200

Para ahli strategi UOB Group mencatat bahwa bias penurunan USD/CHF menguat lebih cepat daripada perkiraan mereka. Mereka mengingatkan bahwa dalam proyeksi 1–3 minggu yang disampaikan Jumat lalu (16 Oktober, kurs spot di 0,8280), mereka telah menyoroti bahwa “momentum penurunan sedang terbentuk dan jika USD ditutup di bawah 0,8245, mata uang ini dapat turun menuju 0,8225,” seraya menambahkan bahwa “peluang USD ditutup di bawah 0,8245 akan tetap terbuka selama bertahan di bawah level ‘resistansi kuat’, yang kini berada di 0,8350.” Namun, mereka mengakui, “kami tidak memperkirakan momentum penurunan akan menguat secepat ini, karena USD anjlok ke titik terendah 0,8215 dan ditutup di 0,8239 (-0,34%).” Ke depan, UOB kini menilai bahwa “dari posisi ini, USD dapat turun lebih lanjut ke 0,8200,” sementara di sisi atas, “‘resistansi kuat’ kini berada di 0,8300.”

Analisis Teknikal:

Pada grafik harian, USD/CHF diperdagangkan di 0,8240, dengan kondisi netral hingga berpotensi naik terbatas karena berada di atas rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 hari, tetapi di bawah EMA sembilan hari yang berjangka lebih pendek. Konfigurasi ini mengindikasikan bahwa koreksi terbaru lebih mencerminkan konsolidasi daripada tren yang tegas. Sementara itu, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) 14 hari di sekitar 47 mengisyaratkan memudarnya momentum kenaikan setelah sebelumnya berada di wilayah jenuh beli, sehingga pasangan ini rentan melanjutkan pergerakan kembali menuju rata-rata jika pembeli gagal menembus kembali resistansi terdekat.

Di sisi atas, resistansi terdekat berada pada EMA sembilan hari di sekitar 0,8288. Penutupan harian di atas level tersebut akan membuka jalan bagi fase pemulihan yang lebih kuat. Di sisi bawah, support awal berada pada EMA 50 hari di dekat 0,8213; penembusan di bawah batas ini akan memperkuat bias penurunan yang mulai terbentuk dan membuka peluang pelemahan lebih dalam menuju titik-titik terendah ayunan sebelumnya yang tidak terlihat dalam rangkaian indikator saat ini.

Chart Analysis USD/CHF
USD/CHF: Grafik Harian

(Analisis teknikal dalam artikel ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Tanya Jawab Seputar Franc Swiss

Franc Swiss (CHF) adalah mata uang resmi Swiss. Mata uang ini termasuk dalam sepuluh mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, dengan volume transaksi yang jauh melampaui ukuran perekonomian Swiss. Nilainya ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain sentimen pasar secara luas, kondisi perekonomian negara tersebut, serta tindakan Bank Nasional Swiss (SNB). Antara 2011 dan 2015, nilai tukar Franc Swiss dipatok terhadap Euro (EUR). Pematokan ini dicabut secara mendadak, sehingga nilai franc melonjak lebih dari 20% dan memicu gejolak pasar. Meskipun pematokan tersebut sudah tidak berlaku, pergerakan CHF cenderung memiliki korelasi yang tinggi dengan Euro karena perekonomian Swiss sangat bergantung pada kawasan Euro yang bertetangga dengannya.

Franc Swiss (CHF) dianggap sebagai aset aman, yaitu mata uang yang cenderung dibeli investor saat pasar mengalami tekanan. Hal ini berkaitan dengan pandangan dunia terhadap Swiss: perekonomian yang stabil, sektor ekspor yang kuat, cadangan bank sentral yang besar, serta sikap politik netral dalam konflik global yang telah lama dipertahankan menjadikan mata uang negara ini pilihan yang baik bagi investor yang menghindari risiko. Masa-masa penuh gejolak cenderung memperkuat nilai CHF terhadap mata uang lain yang dinilai lebih berisiko sebagai tujuan investasi.

Bank Nasional Swiss (SNB) mengadakan pertemuan empat kali setahun – sekali setiap kuartal, lebih jarang dibandingkan bank sentral utama lainnya – untuk menentukan kebijakan moneter. Bank ini menargetkan tingkat inflasi tahunan di bawah 2%. Ketika inflasi berada di atas target atau diperkirakan akan melampaui target dalam waktu dekat, bank akan berupaya meredam kenaikan harga dengan menaikkan suku bunga kebijakannya. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya berdampak positif bagi Franc Swiss (CHF) karena menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga Swiss menjadi tujuan yang lebih menarik bagi investor. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan CHF.

Rilis data makroekonomi Swiss sangat penting untuk menilai kondisi perekonomian dan dapat memengaruhi valuasi Franc Swiss (CHF). Perekonomian Swiss secara umum stabil, tetapi perubahan mendadak dalam pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca transaksi berjalan, atau cadangan devisa bank sentral berpotensi memicu pergerakan CHF. Secara umum, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengangguran yang rendah, dan tingkat kepercayaan yang tinggi berdampak baik bagi CHF. Sebaliknya, jika data ekonomi menunjukkan pelemahan momentum, CHF berpotensi mengalami depresiasi.

Sebagai negara dengan perekonomian kecil dan terbuka, Swiss sangat bergantung pada kondisi perekonomian negara-negara tetangganya di kawasan Euro. Uni Eropa secara lebih luas merupakan mitra ekonomi utama sekaligus sekutu politik penting bagi Swiss. Karena itu, stabilitas makroekonomi dan kebijakan moneter di kawasan Euro sangat penting bagi Swiss dan, dengan demikian, bagi Franc Swiss (CHF). Dengan ketergantungan tersebut, beberapa model menunjukkan bahwa korelasi antara pergerakan Euro (EUR) dan CHF mencapai lebih dari 90%, atau mendekati sempurna.