Prakiraan Harga Perak: XAG/USD naik mendekati $57,30 di tengah penurunan imbal hasil obligasi AS

  • Harga perak melonjak mendekati $57,30 seiring turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Kekhawatiran pertumbuhan terkait AI menekan imbal hasil obligasi AS.
  • Penurunan imbal hasil obligasi AS menekan Indeks Dolar AS ke 101,75.

Harga perak (XAG/USD) diperdagangkan naik 0,35% di kisaran $57,30 selama sesi perdagangan Eropa pada Selasa. Logam putih ini menguat seiring tertekannya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (USD) setelah melonjak tajam pada hari sebelumnya.

Saat berita ini ditulis, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 0,5% ke kisaran 5,12%. Imbal hasil surat berharga yang dijamin pemerintah AS sebelumnya naik hampir 1,2% ke kisaran 5,14%. Secara teori, penurunan imbal hasil obligasi AS menjadi angin segar bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti perak.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Penurunan imbal hasil obligasi AS juga menekan Dolar AS (USD). Dalam perdagangan Eropa, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan turun 0,22% ke kisaran 101,75.

Kekhawatiran pertumbuhan terkait AI menekan imbal hasil tenor panjang

Menurut Deutsche Bank, meningkatnya “kekhawatiran pertumbuhan terkait kecerdasan buatan (AI) turut mendorong reli yang cukup kuat pada obligasi pemerintah,” dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun “turun -16,5 basis poin pekan lalu (+1,5 basis poin pada Jumat) menjadi 5,07%.” Para ahli strategi menyoroti bahwa “ini merupakan penurunan mingguan terbesar pada imbal hasil tenor 10 tahun sejak Agustus 2025,” sementara “imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun turun -17,5 basis poin (+1,5 basis poin pada Jumat), mencatat penurunan mingguan terbesar sejak April 2025,” yang menegaskan kuatnya pergerakan pada ujung tenor panjang kurva imbal hasil.

Analisis Teknikal Perak

Pada grafik harian, XAG/USD diperdagangkan di $57,34 dan masih menunjukkan kecenderungan melemah dalam jangka pendek karena tertahan di bawah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari di $59,85. Pergerakan harga tetap berada di bawah penghalang dinamis utama ini, mengisyaratkan bahwa reli kemungkinan akan menghadapi tekanan jual. Sementara itu, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) di 38,15 bertahan di wilayah bearish, tepat di atas area jenuh jual, yang mengindikasikan bahwa tekanan turun masih berlanjut tetapi belum ekstrem.

Di sisi atas, EMA 20 hari di $59,85 menjadi level resistance terdekat yang perlu ditembus kembali oleh pembeli untuk meredakan bias negatif saat ini. Di sisi bawah, titik terendah 17 Juli di $54,77 menjadi level support utama.

(Analisis teknikal dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Tanya Jawab Seputar Perak

Perak merupakan logam mulia yang banyak diperdagangkan oleh investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan emas, trader dapat memilih perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi, memanfaatkan nilai intrinsiknya, atau sebagai potensi lindung nilai selama periode inflasi tinggi. Investor dapat membeli perak fisik dalam bentuk koin atau batangan, maupun memperdagangkannya melalui instrumen seperti reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), yang mengikuti harga perak di pasar internasional.

Harga perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi parah dapat mendongkrak harga perak karena statusnya sebagai aset aman, meskipun dampaknya lebih kecil dibandingkan pada emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, perak cenderung menguat ketika suku bunga turun. Pergerakannya juga bergantung pada kinerja Dolar AS (USD), karena harga aset ini dinyatakan dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menahan kenaikan harga perak, sedangkan dolar yang melemah berpotensi mendorong harganya naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – perak jauh lebih melimpah dibandingkan emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.

Perak banyak digunakan dalam industri, terutama di sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu tingkat konduktivitas listrik tertinggi di antara semua logam – lebih tinggi daripada tembaga dan emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan permintaan cenderung menekan harga. Dinamika perekonomian AS, Tiongkok, dan India juga dapat memicu fluktuasi harga: di AS dan terutama Tiongkok, sektor industri yang besar menggunakan perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini untuk perhiasan juga berperan penting dalam menentukan harga.

Harga perak cenderung mengikuti pergerakan emas. Ketika harga emas naik, perak biasanya ikut menguat karena keduanya memiliki status serupa sebagai aset aman. Rasio emas/perak, yang menunjukkan jumlah ons perak yang dibutuhkan untuk menyamai nilai satu ons emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif kedua logam tersebut. Sebagian investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa perak dinilai terlalu rendah atau emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah dapat mengindikasikan bahwa emas dinilai terlalu rendah dibandingkan perak.