Hyperliquid jadi kepemilikan terbesar Multicoin, sementara HPC mendesak SEC terkait aturan airdrop

  • Spencer Applebaum dari Multicoin Capital menyampaikan bahwa Hyperliquid merupakan aset dengan porsi terbesar dalam portofolio dana lindung nilai perusahaan tersebut.
  • Hyperliquid Policy Center mengajukan surat tanggapan kepada SEC untuk memfinalisasi kerangka aturan yang diusulkan lembaga tersebut, disertai lima usulan aturan tambahan.
  • HYPE memantul dari level support $76,8 setelah sempat turun pada akhir pekan.

Multicoin Capital menyatakan bahwa Hyperliquid merupakan aset dengan porsi terbesar dalam portofolio dana lindung nilainya, sekaligus menegaskan kembali komitmennya terhadap investasi kripto di tengah meningkatnya minat terhadap kecerdasan buatan (AI).

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Menurut laporan Bloomberg pada Senin, Spencer Applebaum, mitra umum sekaligus salah satu kepala investasi ventura perusahaan tersebut, mengatakan bahwa Multicoin membeli HYPE melalui pasar publik, tetapi menolak mengungkapkan besaran posisinya. Applebaum juga mengatakan bahwa perusahaan berniat terus berinvestasi dalam aset digital.

HPC mengupayakan aturan yang lebih jelas untuk airdrop dan perdagangan token

Laporan tersebut muncul ketika Hyperliquid Policy Center mendesak Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk mengadopsi kerangka Regulasi Aset Kripto yang diusulkan SEC, disertai lima usulan aturan tambahan.

Dalam surat tanggapan yang diajukan pada Senin, HPC mendukung kerangka aturan yang diusulkan tersebut, tetapi meminta aturan yang lebih jelas mengenai airdrop token, perdagangan di pasar sekunder, persyaratan perlindungan hukum (safe harbor), pembelian kembali token, serta pengesampingan aturan negara bagian oleh hukum federal untuk proyek kripto.

HPC mengatakan bahwa SEC seharusnya memasukkan interpretasinya pada Maret mengenai airdrop token secara langsung ke dalam aturan final. Interpretasi lembaga tersebut menyatakan bahwa penerima yang memperoleh token tanpa memberikan pembayaran tidak melakukan investasi.

Pusat kebijakan tersebut berpendapat bahwa aktivitas seperti menggunakan jaringan, menjalankan validator, atau menyediakan likuiditas tidak seharusnya secara otomatis membentuk kontrak investasi.

HPC juga ingin SEC memperjelas bahwa persyaratan administratif, termasuk menghubungkan dompet kripto atau menyelesaikan pemeriksaan sanksi, tidak termasuk pembayaran untuk memperoleh airdrop.

Mengenai perdagangan di pasar sekunder, tim tersebut berpendapat bahwa kerangka aturan yang diusulkan belum menjelaskan secara memadai apakah protokol onchain dan perantara lain yang tidak terdaftar di SEC dapat memfasilitasi perdagangan token yang terkait dengan kontrak investasi.

“Tanggapan kami meminta Komisi untuk memberikan kejelasan tersebut saat SEC mengadopsi aturan itu, dengan menggunakan kewenangan dan perangkat yang sudah dimiliki Komisi,” tulis tim tersebut.

HPC menambahkan bahwa SEC seharusnya merevisi usulan persyaratan safe harbor. Berdasarkan usulan tersebut, proyek harus menyatakan secara resmi bahwa mereka telah menyelesaikan upaya manajerial esensialnya agar memenuhi syarat. Tim tersebut berpendapat bahwa persyaratan ini dapat menimbulkan risiko hukum bagi proyek yang berpendirian bahwa mereka tidak pernah terikat kontrak investasi.

“Sebuah proyek yang penasihat hukumnya menyimpulkan bahwa tidak pernah ada kontrak investasi tidak dapat secara wajar menyatakan sebaliknya, dan pengakuan tersirat tersebut membuat proyek itu terpapar tanggung jawab hukum,” kata HPC.

HYPE memantul dari support $76,8

HYPE memantul di dekat level support $76,8 setelah sempat turun pada akhir pekan, tetapi kini kembali menghadapi tekanan bearish. Penurunan ke bawah level tersebut dapat membawa HYPE menuju support di $66,2.

Untuk melanjutkan kenaikan, token tersebut harus menembus resistance jangka pendek di $83,7 sebelum menguji hambatan di $88,20.

Grafik harian HYPE/USDT

Indeks Kekuatan Relatif (RSI) bergerak menurun di level 38, sementara indikator Stochastic (Stoch) berada di wilayah jenuh jual pada level 11. Kondisi ini menunjukkan dominasi bearish yang kuat, tetapi Stoch yang sudah jenuh jual membatasi ruang penurunan lebih lanjut.