Apa itu trading crypto?
Trading crypto adalah aktivitas membeli dan menjual cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum untuk meraih keuntungan dari perubahan harga. Aktivitas ini umumnya berlangsung di crypto exchange, tempat trader menggunakan pasangan seperti BTC/USD untuk berspekulasi apakah aset digital akan naik atau turun.
Apa itu trading saham?
Trading saham adalah aktivitas membeli dan menjual saham di perusahaan publik melalui bursa saham untuk meraih keuntungan dari perubahan harga atau berinvestasi pada pertumbuhan bisnis. Saham merepresentasikan kepemilikan parsial atas sebuah perusahaan, sehingga trader dan investor memperoleh eksposur pada perusahaan seperti Apple, bukan pada aset digital. Sebagian besar trading saham terjadi di pasar sekunder, tempat pembeli dan penjual memperdagangkan saham yang sudah ada setelah perusahaan menerbitkannya.
7 Perbedaan trading crypto dan trading saham
7 perbedaan antara trading crypto dan trading saham adalah kepemilikan, akses pasar, jam trading, regulasi, volatilitas, pendapatan, dan kustodi.
1. Kepemilikan
Kepemilikan adalah klaim hukum dan ekonomi yang dipegang trader atas sebuah aset.
Dalam trading crypto, kepemilikan biasanya berarti memegang koin atau token digital melalui alamat blockchain yang dikendalikan oleh sebuah private key.
Dalam trading saham, kepemilikan berarti memegang saham di perusahaan publik, yang memberi pemegang saham kepemilikan parsial atas bisnis tersebut dan dapat mencakup hak seperti memberikan suara dalam keputusan perusahaan dan menerima dividen.
2. Akses Pasar
Akses pasar adalah cara trader mencapai sebuah pasar dan menempatkan order untuk suatu aset.
Dalam trading crypto, akses pasar biasanya melalui crypto exchange, dan sering kali bersifat global karena aset berbasis blockchain dapat diperdagangkan secara online tanpa bergantung pada satu bursa nasional.
Dalam trading saham, akses pasar biasanya melalui broker berlisensi yang terhubung ke bursa yang teregulasi, sehingga akses lebih bergantung pada aturan bursa, pencatatan saham (listing), dan cakupan pasar broker.
3. Jam Trading
Jam trading adalah periode ketika pasar terbuka untuk aktivitas beli dan jual.
Dalam trading crypto, jam trading berlangsung kontinu karena pasar beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sehingga harga dapat bergerak kapan saja.
Dalam trading saham, jam trading mengikuti jadwal bursa, di mana pasar tutup setelah setiap sesi dan dibuka kembali dengan gap harga pada hari trading berikutnya.
4. Regulasi
Regulasi adalah seperangkat hukum dan aturan yang mengatur bagaimana sebuah pasar beroperasi dan bagaimana peserta harus berperilaku.
Dalam trading crypto, regulasi biasanya kurang konsisten antar yurisdiksi, sehingga aturan tentang lisensi exchange, kustodi, dan perlindungan investor sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain.
Dalam trading saham, regulasi lebih mapan karena perusahaan publik, broker, dan bursa mengikuti aturan pelaporan dan perilaku yang formal.
5. Volatilitas
Volatilitas adalah tingkat dan kecepatan pergerakan harga di sebuah pasar dari waktu ke waktu.
Dalam trading crypto, volatilitas lebih tinggi karena aset digital diperdagangkan secara terus-menerus dan dapat bereaksi tajam terhadap arus dana ke exchange, pembukaan token (token unlock), dan pergeseran sentimen pada jam berapa pun.
Dalam trading saham, volatilitas cenderung lebih rendah karena harga saham bergerak dalam pasar yang lebih terstruktur, meskipun laporan laba perusahaan dapat memicu ayunan harga jangka pendek yang besar.
6. Pendapatan
Pendapatan adalah imbal hasil yang dihasilkan oleh sebuah aset selama trader atau investor memegangnya, di luar keuntungan dari menjual pada harga lebih tinggi.
Dalam trading crypto, pendapatan biasanya berasal dari staking, lending, atau program berbasis yield.
Dalam trading saham, pendapatan biasanya berasal dari dividen yang dibayarkan oleh perusahaan tercatat.
7. Kustodi
Kustodi adalah cara sebuah aset dipegang, dijaga, dan dicatat untuk pemiliknya.
Dalam trading crypto, kustodi berarti menyimpan aset digital di sebuah wallet, baik melalui self-custody di mana pemegang mengendalikan private key, maupun melalui exchange pihak ketiga.
Dalam trading saham, kustodi biasanya berarti broker atau kustodian menjadi pemegang saham terdaftar, sementara klien tetap sebagai pemilik manfaat (beneficial owner).
Apa pro dan kontra trading crypto?
12 pro trading crypto adalah:
Ketersediaan pasar cryptocurrency
Potensi keuntungan tinggi karena volatilitas
Hambatan masuk yang rendah
Likuiditas tinggi
Aset cryptocurrency yang beragam
Aksesibilitas
Transaksi cepat dan fee murah
Keamanan akun dan dana crypto
Privasi eksekusi trade crypto
Penemuan harga yang transparan
Peluang leverage
Trading crypto dalam momentum inflasi
9 kontra trading crypto adalah:
Kerugian yang diperbesar volatilitas
Risiko leverage
Biaya overnight funding
Pelebaran spread
Ketidakpastian regulasi crypto
Gangguan platform broker
Tidak ada kepemilikan atas aset dasar
Penipuan dan kecurangan cryptocurrency
Risiko counterparty
Apa pro dan kontra trading saham?
7 pro trading saham adalah:
Likuiditas tinggi
Potensi imbal hasil tinggi
Pendapatan dividen
Lindung nilai terhadap inflasi
Aksesibilitas dan kemudahan trading
Transparansi dan regulasi
Manfaat kepemilikan
9 kontra trading saham adalah:
Volatilitas dan risiko tinggi
Potensi kerugian total
Tekanan emosional dan psikologis
Waktu dan upaya yang dibutuhkan
Biaya transaksi dan fee
Risiko leverage (margin trading)
Implikasi pajak jangka pendek
Tidak ada jaminan imbal hasil
Risiko likuiditas
Bagaimana cara memilih antara trading crypto dan saham?
Pilih trading crypto jika Anda menginginkan volatilitas lebih tinggi, akses pasar 24 jam, dan eksposur pada aset digital alih-alih perusahaan. Crypto bisa cocok untuk trader yang mampu menghadapi ayunan harga yang lebih cepat dan pasar yang sering kali lebih banyak digerakkan oleh sentimen, regulasi, dan adopsi teknologi dibanding laba perusahaan atau fundamental ekonomi.
Pilih trading saham jika Anda menginginkan regulasi yang lebih mapan, data perusahaan yang lebih jelas, dan akses ke saham yang dapat membayar dividen. Saham bisa cocok untuk trader yang lebih menyukai pergerakan harga yang lebih erat dengan kinerja bisnis, pelaporan keuangan, dan kondisi ekonomi yang lebih luas.
Bagaimana cara mulai trading crypto?
Anda dapat mulai trading crypto dengan mengikuti 7 langkah berikut:
Pahami trading cryptocurrency
Pilih broker trading crypto
Buka akun trading crypto
Riset cryptocurrency yang akan ditradingkan
Tempatkan trade cryptocurrency Anda
Kelola trade cryptocurrency Anda
Tutup trade cryptocurrency Anda
Bagaimana cara mulai trading saham?
Anda dapat mulai trading saham dengan mengikuti 7 langkah berikut:
Edukasi diri Anda
Tentukan strategi Anda
Pilih brokerage
Latihan dengan paper trading
Buka dan danai akun Anda
Riset saham
Eksekusi trade pertama Anda
Apakah saya bisa trading crypto dan saham sekaligus?
Ya, trader dapat trading crypto dan saham sekaligus melalui CFD dengan satu broker, yang memudahkan akses ke kedua pasar tanpa memiliki aset dasar. Hal ini memungkinkan trader berspekulasi pada pergerakan harga di kedua pasar, mengambil posisi long atau short, menggunakan margin, dan mengelola posisi pada aset yang berbeda dalam hal jam trading, regulasi, volatilitas, dan struktur.
















