
Euro (EUR) melanjutkan pemulihannya hingga mendekati 1,1250 terhadap Dolar AS (USD) pada sesi perdagangan Eropa hari Jumat. Pasangan mata uang utama ini mulai pulih setelah mencatat level terendah baru dalam 16 bulan di sekitar 1,1113 pada hari Rabu. Pasangan EUR/USD bangkit seiring Dolar AS mundur dari level tertinggi tahun ini akibat narasi aksi jual aset terkait kecerdasan buatan (AI) di pasar global.

Tabel di bawah ini menunjukkan persentase perubahan Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama yang tercantum hari ini. Dolar AS melemah paling tajam terhadap Dolar Selandia Baru.
| USD | EUR | GBP | JPY | CAD | AUD | NZD | CHF | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| USD | -0,30% | -0,44% | -0,02% | -0,19% | -0,58% | -0,85% | -0,39% | |
| EUR | 0,30% | -0,15% | 0,25% | 0,09% | -0,26% | -0,56% | -0,10% | |
| GBP | 0,44% | 0,15% | 0,42% | 0,29% | -0,13% | -0,40% | 0,05% | |
| JPY | 0,02% | -0,25% | -0,42% | -0,14% | -0,53% | -0,78% | -0,35% | |
| CAD | 0,19% | -0,09% | -0,29% | 0,14% | -0,37% | -0,71% | -0,21% | |
| AUD | 0,58% | 0,26% | 0,13% | 0,53% | 0,37% | -0,28% | 0,19% | |
| NZD | 0,85% | 0,56% | 0,40% | 0,78% | 0,71% | 0,28% | 0,48% | |
| CHF | 0,39% | 0,10% | -0,05% | 0,35% | 0,21% | -0,19% | -0,48% |
Peta panas ini menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar dipilih dari kolom kiri, sedangkan mata uang kuotasi dipilih dari baris paling atas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar AS dari kolom kiri lalu menelusuri baris secara horizontal ke Yen Jepang, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak tersebut mewakili USD (dasar)/JPY (kuotasi).
Pada perdagangan Eropa, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap enam mata uang utama, kembali mendekati level terendah enam minggu di sekitar 101,67.
Para ahli strategi OCBC menyoroti bahwa investasi terkait AI telah menjadi penopang utama bagi kondisi makroekonomi dan pasar AS, dengan menyatakan bahwa “AI telah menopang pertumbuhan AS, saham, imbal hasil, dan USD.” Namun, mereka mengingatkan bahwa “kekuatan tersebut dapat berdampak dua arah.” Jika siklus investasi melambat, “faktor-faktor penopang yang sama dapat berbalik arah, sehingga Dolar menjadi rentan bahkan dalam situasi penghindaran risiko.”
OCBC menegaskan bahwa “USD tidak selalu diuntungkan oleh penghindaran risiko.” Ketika guncangan berpusat di AS, “seperti kekhawatiran baru-baru ini seputar pendanaan AI, tekanan pada aset AS dapat mengalahkan daya tarik tradisional USD sebagai aset lindung nilai.” Menurut mereka, hal ini penting karena “AI telah menjadi pilar penting bagi ketahanan pertumbuhan AS.”
Dalam konteks pasar valuta asing, OCBC menggambarkan “kombinasi yang tidak lazim: penghindaran risiko, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan pelemahan USD.” Mereka menekankan bahwa “ini bukan guncangan penghindaran risiko global pada umumnya, ketika investor langsung berbondong-bondong beralih ke USD.” Sebaliknya, “jika sumber tekanan berpusat di AS, permintaan obligasi pemerintah AS sebagai aset lindung nilai dapat menekan imbal hasil, sementara penurunan imbal hasil investasi pada aset AS mengurangi daya tarik relatif USD.”
Untuk saat ini, OCBC memandang “kekhawatiran terbaru seputar AI sebagai hambatan sementara, bukan perubahan mendasar dalam tren investasi yang lebih luas.” Meski “kekhawatiran tampak berlebihan, hal itu masih jauh dari berakhir,” episode ini dinilai sebagai “pengingat yang berguna bagi pasar valuta asing.” Mereka menyimpulkan, “semakin besar manfaat yang diperoleh USD dari ketahanan pertumbuhan AS yang ditopang AI pada fase penguatan, semakin rentan pula USD jika dukungan tersebut mulai memudar.”
Di sisi kebijakan moneter, Ketua Federal Reserve (Fed) Kevin Warsh tetap menghindari komentar mengenai prospek kebijakan moneter, tetapi menegaskan bahwa stabilitas harga merupakan tujuan utama.
Pidato Ketua Fed Warsh memperoleh skor 5,6/10 pada FXS Speechtracker, sedikit di bawah rata-rata historis 6,1/10, yang mengindikasikan bahwa pidato tersebut sedikit kurang berdampak tetapi tetap relevan bagi kebijakan. Pengakuannya bahwa ia “terlalu dibayangi trauma krisis keuangan global” menegaskan kecenderungan kehati-hatian yang bersifat struktural, meskipun Warsh menyoroti pertumbuhan struktural dan lonjakan investasi. Hal ini menunjukkan keengganan untuk memberikan komitmen awal mengenai suku bunga meski latar belakang makroekonomi mendukung. Penekanan Warsh pada AI, keyakinan terhadap data, dan forum dengar pendapat di lapangan yang akan datang memperkuat sikap berorientasi ke depan. Namun, penolakannya yang berulang untuk mendahului hasil pertemuan membuat para pedagang Dolar tetap berfokus pada keputusan FOMC bulan Oktober dan Desember yang akan “memperjelas arah”, bukan semata-mata pada pidato ini.
FXS Fed Sentiment Index tidak berubah, bergerak 0,00 poin dan bertahan pada level tinggi 127,51. Hal ini menegaskan bahwa nada kebijakan secara keseluruhan tetap kuat mengarah pada kebijakan moneter ketat, meskipun skor pidato sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata historis. Kombinasi level FXS Fed Sentiment Index yang tinggi dan skor FXS Speechtracker yang sedang menunjukkan bahwa pernyataan Warsh tidak memperkuat maupun mengurangi kecenderungan kebijakan ketat yang berlaku, sehingga penempatan posisi Dolar tetap bertumpu pada ekspektasi terhadap hasil pertemuan FOMC mendatang.

Pada grafik harian, EUR/USD diperdagangkan di 1,1254 dan tetap menunjukkan kecenderungan turun dalam jangka pendek karena masih tertahan di bawah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari di 1,1287. Pasangan ini kesulitan kembali menembus ke atas hambatan dinamis tersebut, sementara Indeks Kekuatan Relatif (RSI) periode 14 di 41,9 masih berada di bawah level netral, yang mengindikasikan potensi pemulihan yang terbatas pada tahap ini.
Di sisi atas, resistance terdekat berada pada EMA 20 hari di 1,1287. Penembusan yang bertahan di atas level ini diperlukan untuk meredakan tekanan turun dan membuka peluang pemulihan yang lebih berarti. Di sisi bawah, karena tidak terdapat support teknikal terdekat di bawah harga pasar dalam kumpulan data yang digunakan, penjual dapat mencoba menekan pasangan ini menuju level terendah baru. Kecenderungan yang lebih luas tetap mengarah turun kecuali harga bergerak secara tegas di atas rata-rata pergerakan tersebut.
(Analisis teknikal dalam artikel ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Dolar AS (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat dan mata uang “de facto” di cukup banyak negara lain, tempat mata uang ini beredar bersama uang kertas lokal. Dolar AS merupakan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% total nilai transaksi valuta asing global, atau rata-rata transaksi senilai $6,6 triliun per hari, menurut data tahun 2022. Setelah Perang Dunia II, USD menggantikan Pound Inggris sebagai mata uang cadangan dunia. Sepanjang sebagian besar sejarahnya, Dolar AS dijamin oleh emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada 1971 ketika Standar Emas dihapuskan.
Faktor tunggal terpenting yang memengaruhi nilai Dolar AS adalah kebijakan moneter, yang ditetapkan oleh Federal Reserve (Fed). Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga (mengendalikan inflasi) dan mendorong tercapainya kesempatan kerja penuh. Instrumen utamanya untuk mencapai kedua tujuan ini adalah penyesuaian suku bunga. Ketika harga naik terlalu cepat dan inflasi berada di atas target Fed sebesar 2%, Fed akan menaikkan suku bunga, yang mendukung nilai USD. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau tingkat pengangguran terlalu tinggi, Fed dapat menurunkan suku bunga, yang menekan Dolar AS.
Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dolar dan menerapkan pelonggaran kuantitatif (QE). QE adalah proses ketika Fed secara signifikan meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang mengalami kebuntuan. Ini merupakan langkah kebijakan nonkonvensional yang digunakan ketika kredit mengering karena bank enggan saling memberikan pinjaman akibat kekhawatiran akan gagal bayar pihak lawan. Langkah ini menjadi pilihan terakhir ketika penurunan suku bunga saja dinilai tidak akan memberikan hasil yang diperlukan. QE menjadi instrumen pilihan Fed untuk mengatasi krisis kredit yang terjadi selama Krisis Keuangan Global pada 2008. Dalam proses ini, Fed mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi pemerintah AS, terutama dari lembaga keuangan. QE biasanya menyebabkan pelemahan Dolar AS.
Pengetatan kuantitatif (QT) adalah proses kebalikannya, ketika Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali dana pokok dari obligasi yang dimilikinya saat jatuh tempo untuk pembelian baru. Kebijakan ini biasanya berdampak positif bagi Dolar AS.