Euro Menguat saat Kekhawatiran Seputar AI Membayangi Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

  • Euro menguat 0,32% pada Jumat, melanjutkan pemulihan dari level terendah dalam 16 bulan yang dicapai awal pekan ini.
  • Aksi jual terkait kekhawatiran seputar kecerdasan buatan membebani Dolar AS dan menopang pasangan mata uang ini.
  • Inflasi AS yang masih tinggi dan ekspektasi pengetatan lebih lanjut oleh Federal Reserve dapat membatasi penguatan Euro.

EUR/USD melanjutkan pemulihan pada Jumat dan diperdagangkan di sekitar 1,1255 saat artikel ini ditulis, naik 0,32% pada hari ini. Euro (EUR) terus menguat terhadap Dolar AS (USD), bangkit dari level terendah dalam 16 bulan di 1,1113 yang dicapai pada Rabu. Pemulihan ini terutama ditopang oleh kembali melemahnya Dolar AS di tengah kekhawatiran seputar sektor kecerdasan buatan (AI) serta penilaian ulang risiko secara lebih luas di pasar keuangan global.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 101,65 setelah menyentuh level terendah intrahari di 101,58. Indeks tersebut turun signifikan dari level tertinggi tahun ini di 102,94 yang tercatat awal pekan ini, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi EUR/USD.

Pelemahan Dolar AS terjadi ketika investor menilai ulang valuasi dan ekspektasi pertumbuhan di sektor AI, sehingga memicu tekanan jual di berbagai pasar keuangan. Pergeseran sentimen ini tampaknya membebani mata uang AS, meskipun kondisi makroekonomi secara umum masih mendukung suku bunga AS yang lebih tinggi.

Data inflasi AS terbaru yang dirilis awal pekan ini memang melampaui ekspektasi pasar, menegaskan tekanan harga yang tetap bertahan di atas target Federal Reserve (Fed) sebesar 2%. Kenaikan biaya energi, yang sebagian dipicu oleh konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, terus memperumit prospek inflasi dan memperkuat ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut.

Ketegangan geopolitik tetap menjadi sumber ketidakpastian yang penting. Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih menemui jalan buntu, sementara ketegangan antara Arab Saudi dan gerakan Houthi di Yaman terus meningkat. Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi, yang dapat membuat tekanan inflasi bertahan dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan latar belakang tersebut, investor semakin memperkirakan Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Saat berbicara di Bangkok pada Jumat, Ketua Fed Kevin Warsh tetap berhati-hati dalam mengomunikasikan kebijakan moneter dan menghindari komitmen apa pun mengenai keputusan mendatang. “Saya tidak menentukan terlebih dahulu hasil rapat,” kata Warsh, seraya menegaskan keengganan bank sentral untuk memberikan panduan eksplisit mengenai arah kebijakan ke depan.

Menurut perangkat CME FedWatch, pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober sebesar 15%, dibandingkan dengan peluang kenaikan pada Desember sebesar 89%.

Perbedaan arah antara pelemahan jangka pendek Dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat ini dapat membatasi pemulihan EUR/USD. Meski kekhawatiran seputar sektor AI saat ini menguntungkan Euro, inflasi yang masih tinggi dan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi tetap berpotensi menopang Dolar AS.

Analisis teknikal EUR/USD

Chart Analysis EUR/USD


Pada grafik satu jam, EUR/USD diperdagangkan di 1,1253 dan bertahan di atas rata-rata pergerakan sederhana (SMA) periode 100 dan 200, masing-masing di 1,1194 dan 1,1204, sehingga memperkuat bias bullish jangka pendek. Pasangan ini juga berada cukup jauh di atas support horizontal terdekat di 1,1215, sementara Indeks Kekuatan Relatif (RSI) periode 14 di 63,8 tetap berada di wilayah positif. Kondisi ini menunjukkan momentum kenaikan yang masih bertahan, bukan mulai kehabisan tenaga akibat kondisi jenuh beli pada tahap ini.

Untuk pergerakan naik, resistance terdekat berada di 1,1270, disusul hambatan berikutnya di 1,1312. Penembusan level tersebut akan membuka jalan bagi kenaikan yang lebih berlanjut. Untuk pergerakan turun, support awal terlihat di 1,1215, diikuti SMA periode 200 di 1,1204 dan SMA periode 100 di 1,1194, sebelum level-level support struktural yang lebih rendah di 1,1150, 1,1100, dan 1,1050. Level-level tersebut diperkirakan dapat membatasi penurunan korektif selama sentimen bullish secara lebih luas tetap bertahan.

(Analisis teknikal dalam artikel ini ditulis dengan bantuan perangkat AI. Pelajari lebih lanjut.)