Prakiraan Harga EUR/USD: Berbagai Tekanan terhadap Euro Mendukung Prospek Penurunan

  • EUR/USD naik mendekati 1,1230 seiring pelemahan Dolar AS.
  • Investor menantikan laporan keuangan Meta kuartal III.
  • Masalah fiskal Prancis dan ketegangan Rusia-Ukraina terus menekan Euro.

Euro (EUR) menguat 0,15% ke sekitar 1,1230 terhadap Dolar AS (USD) pada sesi perdagangan Asia hari Selasa. Pasangan mata uang utama ini naik karena Dolar AS tertekan menjelang rilis laporan keuangan Meta kuartal III pada Rabu.

Saat artikel ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan turun 0,16% ke dekat 101,80. DXY telah tertekan selama sepekan di tengah kekhawatiran mengenai kelanjutan belanja kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan komputasi awan berskala besar (hyperscaler) di Amerika Serikat (AS).

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Pergerakan Dolar AS dalam 7 Hari Terakhir

Tabel di bawah ini menunjukkan persentase perubahan Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama yang tercantum selama 7 hari terakhir. Dolar AS mencatat pelemahan terbesar terhadap Dolar Selandia Baru.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD CHF
USD -0,68% -0,94% -0,25% -1,41% -0,33% -1,55% -1,23%
EUR 0,68% -0,23% 0,44% -0,75% 0,37% -0,85% -0,54%
GBP 0,94% 0,23% 0,70% -0,46% 0,61% -0,62% -0,25%
JPY 0,25% -0,44% -0,70% -1,13% -0,00% -1,28% -0,85%
CAD 1,41% 0,75% 0,46% 1,13% 1,09% -0,18% 0,22%
AUD 0,33% -0,37% -0,61% 0,00% -1,09% -1,22% -0,86%
NZD 1,55% 0,85% 0,62% 1,28% 0,18% 1,22% 0,44%
CHF 1,23% 0,54% 0,25% 0,85% -0,22% 0,86% -0,44%

Peta panas ini menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar dipilih dari kolom kiri, sedangkan mata uang kuotasi dipilih dari baris teratas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar AS dari kolom kiri lalu mengikuti baris tersebut secara horizontal hingga Yen Jepang, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili USD (dasar)/JPY (kuotasi).

Laporan keuangan Meta kuartal ketiga akan menunjukkan apakah para hyperscaler tetap menjalankan agenda investasi yang telah mereka janjikan pada kuartal-kuartal sebelumnya.

Menurut Goldman Sachs, Meta merupakan salah satu dari lima hyperscaler AI yang diperkirakan akan meningkatkan total belanja modal gabungan menjadi sekitar $1,2 triliun tahun depan, seperti dilaporkan Reuters.

Sementara itu, Euro secara umum tertekan akibat ketegangan yang berlanjut antara Rusia dan Ukraina, serta risiko fiskal Prancis.

Kinerja Euro tertinggal seiring pelemahan aset Prancis dan meningkatnya kekhawatiran geopolitik

Ahli strategi Scotiabank menyoroti kinerja Euro yang tertinggal, dengan menyebut “aksi protes yang meluas dan diwarnai kekerasan di seluruh Prancis terhadap buruknya kondisi sekolah dan rumah sakit serta kekhawatiran yang lebih luas mengenai keterjangkauan biaya hidup” sebagai faktor utama yang membebani sentimen. Mereka menambahkan bahwa saham dan instrumen pendapatan tetap Prancis mengalami tekanan khusus, dengan mencatat bahwa “kinerja saham dan obligasi Prancis tertinggal, dan selisih imbal hasil obligasi terhadap Jerman telah melebar menjadi 145 basis poin, berada di batas atas rentang historis (belakangan ini).”

Risiko geopolitik juga turut memicu sikap hati-hati. Scotiabank menyoroti komentar Presiden Zelenskyy yang mengatakan bahwa “AS menekan Ukraina, bukan Rusia, untuk memberikan konsesi,” yang menurut bank tersebut menambah kekhawatiran geopolitik yang lebih luas terkait Euro dan aset-aset terkaitnya.

Analisis Teknikal EUR/USD

Pada grafik harian, EUR/USD diperdagangkan di 1,1232 dan masih menunjukkan kecenderungan bearish dalam jangka pendek karena harga spot tetap berada di bawah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 periode di 1,1274. Ketidakmampuan pasangan ini untuk kembali menembus ke atas EMA tersebut menunjukkan bahwa pantulan harga belakangan ini masih tertahan oleh tekanan jual di level yang lebih tinggi. Sementara itu, Relative Strength Index (14) di 40,28 pulih dari area jenuh jual, tetapi masih berada di bawah garis tengah, mengisyaratkan bahwa momentum penurunan hanya sedikit mereda, bukan beralih menjadi bullish secara jelas.

Pada sisi atas, resistance terdekat berada di EMA 20 periode di 1,1274, yang menjadi hambatan pertama yang perlu ditembus pembeli untuk meredakan bias penurunan saat ini dan membuka jalan bagi fase koreksi yang lebih berkelanjutan. Pada sisi bawah, level terendah 14 Oktober di 1,1113 merupakan support utama.

(Analisis teknikal dalam artikel ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Tanya Jawab tentang Euro

Euro adalah mata uang bagi 20 negara Uni Eropa yang tergabung dalam zona euro. Euro merupakan mata uang kedua yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah Dolar AS. Pada 2022, Euro mencakup 31% dari seluruh transaksi valuta asing, dengan rata-rata nilai transaksi harian lebih dari $2,2 triliun. EUR/USD merupakan pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, dengan perkiraan pangsa 30% dari seluruh transaksi, diikuti oleh EUR/JPY (4%), EUR/GBP (3%), dan EUR/AUD (2%).

Bank Sentral Eropa (ECB) yang berkantor di Frankfurt, Jerman, adalah bank sentral untuk zona euro. ECB menetapkan suku bunga dan mengelola kebijakan moneter. Mandat utama ECB adalah menjaga stabilitas harga, yang berarti mengendalikan inflasi atau mendorong pertumbuhan. Instrumen utamanya adalah menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif tinggi – atau ekspektasi kenaikan suku bunga – biasanya akan mendukung Euro, begitu pula sebaliknya. Dewan Gubernur ECB mengambil keputusan kebijakan moneter dalam rapat yang diadakan delapan kali setahun. Keputusan dibuat oleh para kepala bank sentral nasional di zona euro dan enam anggota tetap, termasuk Presiden ECB, Christine Lagarde.

Data inflasi zona euro, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasi (HICP), merupakan indikator ekonomi penting bagi Euro. Jika inflasi meningkat lebih tinggi dari perkiraan, terutama jika melampaui target ECB sebesar 2%, ECB harus menaikkan suku bunga untuk kembali mengendalikannya. Suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan negara atau kawasan lain biasanya akan mendukung Euro karena membuat kawasan tersebut lebih menarik bagi investor global untuk menempatkan dananya.

Rilis data mengukur kesehatan perekonomian dan dapat berdampak pada Euro. Indikator seperti PDB, Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur dan jasa, ketenagakerjaan, serta survei sentimen konsumen dapat memengaruhi arah pergerakan mata uang tunggal tersebut. Perekonomian yang kuat berdampak positif bagi Euro. Selain menarik lebih banyak investasi asing, kondisi ini juga dapat mendorong ECB untuk menaikkan suku bunga, yang secara langsung akan memperkuat Euro. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, Euro cenderung melemah. Data ekonomi dari empat perekonomian terbesar di kawasan euro (Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol) sangat penting karena keempatnya menyumbang 75% perekonomian zona euro.

Rilis data lain yang penting bagi Euro adalah neraca perdagangan. Indikator ini mengukur selisih antara pendapatan suatu negara dari ekspor dan pengeluarannya untuk impor selama periode tertentu. Jika suatu negara memproduksi barang ekspor yang banyak diminati, nilai mata uangnya akan menguat semata-mata karena tambahan permintaan dari pembeli asing yang ingin membeli barang tersebut. Oleh karena itu, neraca perdagangan yang surplus memperkuat mata uang, sedangkan neraca yang defisit berdampak sebaliknya.