Dolar Kanada Bertahan di Dekat Level Tertinggi Dua Pekan terhadap Dolar AS yang Melemah di Tengah Penguatan Harga Minyak

  • USD/CAD terus tertekan oleh kombinasi sejumlah faktor pada hari perdagangan terakhir pekan ini.
  • Penurunan imbal hasil obligasi AS terus menekan USD, sementara pernyataan Warsh gagal memberikan dukungan.
  • Harga minyak berada di dekat level tertinggi tiga pekan, menopang dolar Kanada dan membebani harga spot.

Pasangan USD/CAD masih menghadapi tekanan jual untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat, diperdagangkan di kisaran 1,4175-1,4170 selama sesi Asia dan mendekati level terendah dalam lebih dari dua pekan yang dicapai sehari sebelumnya. Harga spot tampaknya akan mencatat penurunan mingguan, dan kombinasi sejumlah faktor negatif memperkuat potensi pelemahan lebih lanjut.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Dolar AS (USD) melanjutkan koreksi tajam pekan ini dari level tertinggi sejak April 2025 untuk hari ketiga berturut-turut. Dolar juga tidak mendapat kelegaan dari pernyataan netral Ketua Federal Reserve (Fed) AS Kevin Warsh, yang nyaris tidak mengubah ekspektasi kebijakan moneter. Sementara itu, penurunan imbal hasil obligasi AS membuat pelaku pasar yang mengharapkan penguatan USD tetap defensif. Di sisi lain, harga minyak mentah bertahan stabil di dekat level tertinggi tiga pekan. Kondisi ini, bersama perubahan nada Gubernur Bank of Canada (BoC)  Tiff Macklem yang lebih condong pada pengetatan kebijakan, menopang dolar Kanada yang terkait erat dengan komoditas dan menekan pasangan USD/CAD.

Macklem bahkan mengatakan dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Grup Bank Dunia bahwa kenaikan harga energi semakin sulit untuk terus diabaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa BoC dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga kebijakan utama alih-alih memangkasnya. Namun, ketegangan perdagangan AS-Kanada mungkin menahan pelaku pasar untuk mengambil posisi beli agresif pada dolar Kanada (CAD). Selain itu, semakin kuatnya keyakinan bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan biaya pinjaman pada Desember, ditambah eskalasi konflik di Timur Tengah, dapat menopang dolar AS dan pasangan USD/CAD.

Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dirilis pekan ini menunjukkan inflasi yang tinggi serta tekanan harga yang meluas ke luar produk energi, sehingga memperkuat prospek pengetatan lebih lanjut oleh Fed. Dari sisi geopolitik, kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan rudal mematikan yang menyasar istana kepresidenan di Aden, pusat pemerintahan Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional. Selain itu, kebuntuan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz memperkuat potensi munculnya aksi beli USD saat melemah dan mengharuskan pelaku pasar yang memperkirakan penurunan USD/CAD untuk berhati-hati.

Grafik 4 jam USD/CAD

Chart Analysis USD/CAD

Analisis Teknikal

Pasangan USD/CAD mempertahankan kecenderungan bullish yang positif di atas level retracement Fibonacci 23,6% pada 1,4173. Selain itu, harga spot bertahan di atas kumpulan level Fibonacci yang berdekatan di bawahnya, antara retracement 38,2% pada 1,4094 dan retracement 50,0% pada 1,4030. Sementara itu, rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 100 periode pada grafik 4 jam, di 1,4186, kini menjadi resistance terdekat di atas harga saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa pasar bergerak naik secara bertahap, tetapi kenaikannya tetap terbatas kecuali hambatan tersebut berhasil ditembus dengan tegas.

(Analisis teknikal dalam artikel ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari selengkapnya.)

Pertanyaan Umum tentang Dolar Kanada

Faktor utama yang menggerakkan dolar Kanada (CAD) adalah tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Bank of Canada (BoC), harga minyak yang merupakan komoditas ekspor terbesar Kanada, kondisi perekonomian, inflasi, serta neraca perdagangan, yaitu selisih antara nilai ekspor dan impor Kanada. Faktor lainnya mencakup sentimen pasar, yakni apakah investor lebih memilih aset berisiko (risk-on) atau mencari aset aman (risk-off). Sentimen risk-on berdampak positif bagi CAD. Kondisi perekonomian AS, sebagai mitra dagang terbesar Kanada, juga merupakan faktor utama yang memengaruhi dolar Kanada.

Bank of Canada (BoC) memiliki pengaruh besar terhadap dolar Kanada melalui penetapan tingkat suku bunga pinjaman antarbank. Hal ini memengaruhi tingkat suku bunga bagi seluruh pelaku ekonomi. Tujuan utama BoC adalah menjaga inflasi pada kisaran 1-3% dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif lebih tinggi cenderung berdampak positif bagi CAD. Bank of Canada juga dapat menggunakan pelonggaran dan pengetatan kuantitatif untuk memengaruhi kondisi kredit. Pelonggaran kuantitatif berdampak negatif bagi CAD, sedangkan pengetatan kuantitatif berdampak positif.

Harga minyak merupakan faktor utama yang memengaruhi nilai dolar Kanada. Minyak bumi adalah komoditas ekspor terbesar Kanada, sehingga harga minyak cenderung berdampak langsung terhadap nilai CAD. Secara umum, jika harga minyak naik, CAD juga menguat karena permintaan agregat terhadap mata uang tersebut meningkat. Sebaliknya, CAD cenderung melemah jika harga minyak turun. Harga minyak yang lebih tinggi juga cenderung meningkatkan peluang terjadinya surplus neraca perdagangan, yang turut menopang CAD.

Secara tradisional, inflasi selalu dianggap sebagai faktor negatif bagi mata uang karena mengurangi nilai uang. Namun, pada era modern, dengan dilonggarkannya pembatasan arus modal lintas negara, yang terjadi justru sebaliknya. Inflasi yang lebih tinggi cenderung mendorong bank sentral menaikkan suku bunga, sehingga menarik lebih banyak arus masuk modal dari investor global yang mencari tempat menguntungkan untuk menyimpan dana mereka. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap mata uang domestik, yang dalam konteks Kanada adalah dolar Kanada.

Rilis data makroekonomi memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian dan dapat memengaruhi dolar Kanada. Indikator seperti produk domestik bruto (PDB), indeks manajer pembelian (PMI) sektor manufaktur dan jasa, ketenagakerjaan, serta survei sentimen konsumen dapat memengaruhi arah pergerakan CAD. Perekonomian yang kuat berdampak positif bagi dolar Kanada. Selain menarik lebih banyak investasi asing, kondisi tersebut juga dapat mendorong Bank of Canada menaikkan suku bunga sehingga memperkuat mata uang. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, CAD kemungkinan akan melemah.