Macklem dari BoC mengatakan Kanada belum menaikkan suku bunga karena harga energi menimbulkan tantangan

Gubernur Bank of Canada (BoC), Tiff Macklem, berbicara dalam diskusi panel pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok. Macklem mengatakan bahwa Kanada belum menaikkan suku bunga, tetapi semakin lama harga energi bertahan tinggi, semakin sulit untuk tetap menahan suku bunga, demikian dilaporkan Reuters pada Jumat.

“Kami belum menaikkan suku bunga. Selama ini kami tidak merespons kenaikan harga energi dengan perubahan kebijakan, tetapi semakin lama kondisi ini berlangsung, semakin sulit untuk mempertahankan sikap tersebut,” kata Macklem. 

Reaksi pasar

Saat artikel ini ditulis, pasangan USD/CAD turun 0,07% pada hari ini ke 1,4175.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Tanya Jawab Seputar Dolar Kanada

Faktor utama yang menggerakkan Dolar Kanada (CAD) adalah tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Bank of Canada (BoC), harga minyak yang merupakan komoditas ekspor terbesar Kanada, kondisi perekonomian, inflasi, serta neraca perdagangan, yaitu selisih antara nilai ekspor dan impor Kanada. Faktor lainnya mencakup sentimen pasar, yakni apakah investor lebih memilih aset berisiko (risk-on) atau mencari aset aman (risk-off). Sentimen risk-on berdampak positif bagi CAD. Kondisi perekonomian AS, sebagai mitra dagang terbesar Kanada, juga merupakan faktor utama yang memengaruhi Dolar Kanada.

Bank of Canada (BoC) memiliki pengaruh besar terhadap Dolar Kanada dengan menetapkan tingkat suku bunga pinjaman antarbank. Hal ini memengaruhi tingkat suku bunga bagi seluruh pelaku ekonomi. Tujuan utama BoC adalah menjaga inflasi pada kisaran 1–3% dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif lebih tinggi cenderung berdampak positif bagi CAD. Bank of Canada juga dapat menggunakan pelonggaran dan pengetatan kuantitatif untuk memengaruhi kondisi kredit. Pelonggaran kuantitatif berdampak negatif bagi CAD, sedangkan pengetatan kuantitatif berdampak positif.

Harga minyak merupakan faktor utama yang memengaruhi nilai Dolar Kanada. Minyak bumi adalah komoditas ekspor terbesar Kanada, sehingga harga minyak cenderung berdampak langsung pada nilai CAD. Secara umum, jika harga minyak naik, CAD juga menguat karena permintaan agregat terhadap mata uang tersebut meningkat. Hal sebaliknya terjadi jika harga minyak turun. Harga minyak yang lebih tinggi juga cenderung memperbesar peluang terjadinya surplus neraca perdagangan, yang turut menopang CAD.

Secara tradisional, inflasi selalu dianggap sebagai faktor negatif bagi mata uang karena menurunkan nilai uang. Namun, pada era modern, yang terjadi justru sebaliknya seiring pelonggaran pembatasan arus modal lintas negara. Inflasi yang lebih tinggi cenderung mendorong bank sentral menaikkan suku bunga, sehingga menarik lebih banyak aliran modal masuk dari investor global yang mencari tempat menguntungkan untuk menempatkan dana mereka. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap mata uang lokal, yang dalam konteks Kanada adalah Dolar Kanada.

Rilis data makroekonomi memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian dan dapat memengaruhi Dolar Kanada. Indikator seperti PDB, Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor manufaktur dan jasa, ketenagakerjaan, serta survei sentimen konsumen dapat memengaruhi arah pergerakan CAD. Perekonomian yang kuat berdampak positif bagi Dolar Kanada. Selain menarik lebih banyak investasi asing, kondisi ini juga dapat mendorong Bank of Canada menaikkan suku bunga sehingga mata uang menguat. Namun, jika data ekonomi lemah, CAD kemungkinan akan melemah.