
Dolar Australia (AUD) mempertahankan penguatan selama dua hari di sekitar 0,6985 terhadap Dolar AS (USD) pada awal perdagangan sesi Eropa, Selasa. Pasangan mata uang ini menguat seiring Dolar AS yang masih tertekan akibat kekhawatiran seputar kecerdasan buatan (AI).
Tabel di bawah ini menunjukkan persentase perubahan Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama yang tercantum selama 7 hari terakhir. Dolar AS mencatat pelemahan terbesar terhadap Dolar Selandia Baru.
| USD | EUR | GBP | JPY | CAD | AUD | NZD | CHF | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| USD | -0,68% | -0,94% | -0,30% | -1,43% | -0,37% | -1,61% | -1,21% | |
| EUR | 0,68% | -0,23% | 0,41% | -0,74% | 0,34% | -0,92% | -0,50% | |
| GBP | 0,94% | 0,23% | 0,65% | -0,49% | 0,58% | -0,69% | -0,21% | |
| JPY | 0,30% | -0,41% | -0,65% | -1,12% | 0,00% | -1,30% | -0,77% | |
| CAD | 1,43% | 0,74% | 0,49% | 1,12% | 1,08% | -0,22% | 0,29% | |
| AUD | 0,37% | -0,34% | -0,58% | 0,00% | -1,08% | -1,26% | -0,79% | |
| NZD | 1,61% | 0,92% | 0,69% | 1,30% | 0,22% | 1,26% | 0,54% | |
| CHF | 1,21% | 0,50% | 0,21% | 0,77% | -0,29% | 0,79% | -0,54% |
Peta warna ini menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar dipilih dari kolom kiri, sedangkan mata uang kuotasi dipilih dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar AS dari kolom kiri lalu bergerak secara horizontal ke Yen Jepang, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili USD (dasar)/JPY (kuotasi).

Saat artikel ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan turun 0,2% ke dekat 101,77.
Para pakar pasar berpendapat bahwa Dolar AS kini lebih responsif terhadap narasi AI, mengingat derasnya arus dana asing yang masuk ke saham-saham terkait AI. Karena itu, koreksi terkini di sektor tersebut mengurangi daya tarik Dolar AS.
Analis MUFG menyoroti bahwa pasar keuangan AS telah menjadi “penerima manfaat utama dari kuatnya permintaan investor asing yang didorong oleh optimisme terkait AI.” Mereka mencatat bahwa investor asing membeli “saham AS senilai USD942 miliar dalam dua belas bulan hingga Juli, sementara pembelian obligasi korporasi AS melonjak menjadi USD452 miliar selama periode yang sama.” MUFG berpendapat bahwa “arus masuk dana yang besar ini menegaskan bahwa USD semakin terkait dengan upaya investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi di pasar keuangan AS, alih-alih diuntungkan oleh status tradisionalnya sebagai aset lindung nilai.” Namun, mereka memperingatkan bahwa “dinamika ini juga membuat USD lebih rentan terhadap pembalikan arah jika sentimen terhadap AI memburuk.”
Berbeda dengan MUFG, ahli strategi Brown Brothers Harriman (BBH) menolak anggapan bahwa “koreksi serentak pada saham teknologi dan USD” baru-baru ini membuat Dolar secara struktural rentan terhadap aksi jual saham yang dipicu AI.
BBH mengakui bahwa sebagian investor khawatir Dolar bisa rentan ketika investor asing melepas posisi saham AS mereka, tetapi justru berpendapat bahwa “pelepasan posisi AI/teknologi hanya akan mendorong investor asing beralih kembali ke obligasi pemerintah AS sebagai aset lindung nilai, sehingga menopang daya tarik defensif Dolar.” Menurut mereka, pengurangan risiko pada saham-saham terkait AI lebih mungkin memperkuat, bukan melemahkan, status Dolar sebagai aset lindung nilai yang ditopang oleh permintaan asing terhadap obligasi pemerintah AS.
Meski Dolar Australia berkinerja baik terhadap Dolar AS, mata uang Australia tersebut tertinggal dari mata uang utama lainnya setelah bank sentral Tiongkok, People’s Bank of China (PBoC), mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (Loan Prime Rate/LPR) satu tahun dan lima tahun masing-masing di 3,00% dan 3,50%.
Keputusan kebijakan PBoC berdampak signifikan terhadap mata uang Australia, mengingat perekonomian Australia sangat bergantung pada ekspor ke Tiongkok.

Pada grafik harian, AUD/USD diperdagangkan di 0,6984 dan mempertahankan kecenderungan bearish dalam jangka pendek karena harga spot masih berada tepat di bawah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari di 0,6992. Ketidakmampuan pasangan ini untuk kembali menembus EMA jangka pendek tersebut mengindikasikan bahwa upaya kenaikan masih tertahan. Sementara itu, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) di sekitar 46 tetap berada di wilayah netral, mengisyaratkan kecenderungan penurunan yang moderat tetapi belum mencapai kondisi jenuh jual.
Pada sisi atas, resistance terdekat berada di EMA 20 hari pada 0,6992, yang menjadi rintangan pertama bagi kelanjutan pemulihan. Penembusan yang bertahan di atas level ini akan meredakan tekanan jual saat ini dan membuka jalan bagi fase yang lebih positif. Sebaliknya, kegagalan menembus 0,6992 membuat pasangan ini rentan turun lebih jauh menuju titik terendah harian yang lebih rendah, yang levelnya belum dapat ditentukan oleh support struktural terdekat dalam kumpulan data saat ini.
(Analisis teknikal dalam artikel ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Dolar AS (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat dan mata uang ‘de facto’ di sejumlah besar negara lain, tempat mata uang ini beredar berdampingan dengan uang kertas lokal. Dolar AS merupakan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% total nilai transaksi valuta asing global, atau rata-rata transaksi sebesar $6,6 triliun per hari, berdasarkan data tahun 2022. Setelah Perang Dunia II, USD menggantikan Pound Inggris sebagai mata uang cadangan dunia. Sepanjang sebagian besar sejarahnya, Dolar AS didukung oleh emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada 1971 ketika Standar Emas dihapuskan.
Faktor tunggal terpenting yang memengaruhi nilai Dolar AS adalah kebijakan moneter, yang ditetapkan oleh Federal Reserve (Fed). Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga (mengendalikan inflasi) dan mendorong penyerapan tenaga kerja penuh. Instrumen utamanya untuk mencapai kedua tujuan ini adalah penyesuaian suku bunga. Ketika harga naik terlalu cepat dan inflasi berada di atas target Fed sebesar 2%, Fed akan menaikkan suku bunga, yang membantu menopang nilai USD. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau tingkat pengangguran terlalu tinggi, Fed dapat menurunkan suku bunga, yang membebani Dolar AS.
Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dolar dan menerapkan pelonggaran kuantitatif (QE). QE adalah proses ketika Fed secara signifikan meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang mengalami kebuntuan. Ini merupakan langkah kebijakan nonkonvensional yang digunakan ketika kredit mengering karena bank-bank enggan saling memberikan pinjaman akibat kekhawatiran akan gagal bayar pihak lawan. Langkah ini menjadi pilihan terakhir ketika penurunan suku bunga saja diperkirakan tidak akan menghasilkan dampak yang diperlukan. QE merupakan instrumen pilihan Fed untuk mengatasi krisis kredit yang terjadi selama Krisis Keuangan Global pada 2008. Dalam proses ini, Fed mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi pemerintah AS, terutama dari lembaga keuangan. QE biasanya menyebabkan Dolar AS melemah.
Pengetatan kuantitatif (QT) adalah proses kebalikannya, ketika Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali dana pokok dari obligasi miliknya yang jatuh tempo untuk pembelian baru. Kebijakan ini biasanya berdampak positif bagi Dolar AS.