Prakiraan Harga Perak: Rebound Lemah Membuat Level $55,00 Rentan Ditembus

  • XAG/USD naik tipis menuju $57,21, tetapi tren penurunan secara keseluruhan masih bertahan.
  • RSI yang menunjukkan sinyal bearish berada di dekat wilayah jenuh jual, menandakan tekanan jual yang berlanjut.
  • Penembusan ke bawah $57,00 membuka jalan menuju $56,50, $56,00, dan $55,38 berikutnya.

Harga perak (XAG/USD) bergerak naik pada sesi Amerika Utara hari Senin, menguat 0,38% dan diperdagangkan di $57,21. Namun, harganya masih berada di dekat level terendah pekan lalu di $55,38, yang mengindikasikan bahwa logam putih ini berpotensi melanjutkan penurunan dalam waktu dekat.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Prakiraan Harga XAG/USD: Prospek teknikal

Pergerakan harga menunjukkan bahwa tren penurunan masih bertahan, dengan struktur pasar terus membentuk rangkaian puncak dan lembah yang semakin rendah, sementara rata-rata pergerakan sederhana (SMA) tetap berada di atas harga spot saat ini.

Indeks Kekuatan Relatif (RSI) menunjukkan sinyal bearish dan, meskipun bergerak mendatar, berada lebih dekat ke wilayah jenuh jual, mengindikasikan bahwa penurunan lebih lanjut diperkirakan akan terjadi.

Support pertama XAG/USD berada di $57,00. Penembusan ke bawah level tersebut membuka jalan menuju level support psikologis utama di $56,50, $56,00, serta level terendah 15 Oktober di $55,38. Di bawahnya terdapat level $55,00 dan $50,00.

Untuk pembalikan arah menjadi bullish, resistance pertama berada di level tertinggi 16 Oktober di $57,98. Di atasnya terdapat level $60,00, sebelum menguji rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 100 hari di $63,06. Jika level tersebut berhasil ditembus, sasaran berikutnya adalah SMA 50 hari di $63,80, lalu $65,00 dan $70,00.

Grafik Harga XAG/USD – Harian 

Grafik harian perak

Tanya Jawab Seputar Perak

Perak merupakan logam mulia yang aktif diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meski kurang populer dibandingkan emas, trader dapat memilih perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi, karena nilai intrinsiknya, atau sebagai instrumen lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Investor dapat membeli perak fisik dalam bentuk koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui instrumen seperti reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), yang mengikuti harganya di pasar internasional.

Harga perak dapat bergerak karena beragam faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi yang parah dapat mendorong lonjakan harga perak karena statusnya sebagai aset safe haven, meskipun dampaknya lebih kecil dibandingkan pada emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, perak cenderung naik ketika suku bunga lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada kinerja dolar AS (USD), karena aset ini dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menahan kenaikan harga perak, sedangkan dolar yang melemah berpotensi mendorong kenaikan harga. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – perak jauh lebih melimpah dibandingkan emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.

Perak banyak digunakan dalam industri, terutama di sektor seperti elektronik dan energi surya, karena memiliki salah satu tingkat konduktivitas listrik tertinggi di antara semua logam – lebih tinggi daripada tembaga dan emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sedangkan penurunan permintaan cenderung menekannya. Dinamika perekonomian AS, Tiongkok, dan India juga dapat memicu fluktuasi harga: di AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri yang besar menggunakan perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini untuk perhiasan juga berperan penting dalam menentukan harga.

Harga perak cenderung mengikuti pergerakan emas. Ketika harga emas naik, perak biasanya ikut naik karena keduanya memiliki status serupa sebagai aset safe haven. Rasio emas/perak, yang menunjukkan jumlah ons perak yang diperlukan untuk menyamai nilai satu ons emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif kedua logam tersebut. Sebagian investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa perak dinilai terlalu rendah atau emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah dapat mengindikasikan bahwa emas dinilai terlalu rendah dibandingkan perak.