Harga Emas India Hari Ini: Emas Stabil Menurut Data FXStreet

Harga emas di India secara umum tidak berubah pada Selasa, menurut data yang dihimpun FXStreet.

Harga emas berada di 12.647,01 rupee India (INR) per gram, relatif stabil dibandingkan dengan INR 12.638,15 pada Senin.

Harga emas relatif stabil di INR 147.508,70 per tola, dibandingkan dengan INR 147.408,90 per tola sehari sebelumnya.

Satuan ukuran

Harga Emas dalam INR

1 Gram

12.647,01

10 Gram

126.467,10

Tola

147.508,70

Ons Troy

393.368,20

FXStreet menghitung harga emas di India dengan menyesuaikan harga internasional (USD/INR) ke mata uang dan satuan ukuran setempat. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan harga pasar pada saat publikasi. Harga tersebut hanya sebagai referensi dan harga setempat dapat sedikit berbeda.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Tanya Jawab Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain karena kilaunya dan penggunaannya sebagai perhiasan, logam mulia ini secara luas dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven), yang berarti dianggap sebagai investasi yang baik pada masa penuh gejolak. Emas juga secara luas dipandang sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank sentral merupakan pemegang emas terbesar. Untuk menopang mata uang mereka pada masa penuh gejolak, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan dan membeli emas guna memperkuat persepsi terhadap ketangguhan ekonomi dan mata uang. Cadangan emas yang besar dapat menjadi sumber kepercayaan terhadap kemampuan suatu negara dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Bank sentral menambah cadangan mereka sebanyak 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022, menurut data Dewan Emas Dunia (World Gold Council). Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki tengah meningkatkan cadangan emas mereka dengan cepat.

Emas memiliki korelasi negatif dengan dolar AS dan obligasi pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama sekaligus aset safe haven. Ketika dolar melemah, emas cenderung naik, sehingga memungkinkan investor dan bank sentral mendiversifikasi aset mereka pada masa penuh gejolak. Emas juga berkorelasi negatif dengan aset berisiko. Reli di pasar saham cenderung menekan harga emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga emas dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi yang parah dapat dengan cepat mendorong lonjakan harga emas berkat statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung naik ketika suku bunga turun, sedangkan biaya pendanaan yang lebih tinggi biasanya menekan logam kuning ini. Namun, sebagian besar pergerakannya bergantung pada pergerakan dolar AS (USD) karena aset ini dihargai dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menahan harga emas, sedangkan dolar yang lebih lemah kemungkinan akan mendorong kenaikan harga emas.

(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan artikel ini.)