
Harga emas di India naik pada Senin, menurut data yang dihimpun FXStreet.
Harga emas berada di level 12.757,24 rupee India (INR) per gram, naik dibandingkan INR 12.718,48 pada Jumat.
Harga emas meningkat menjadi INR 148.801,30 per tola dari INR 148.345,90 per tola pada Jumat.
Satuan ukuran | Harga Emas dalam INR |
|---|---|
1 Gram | 12.757,24 |
10 Gram | 127.576,20 |
Tola | 148.801,30 |
Troy Ons | 396.794,80 |
FXStreet menghitung harga emas di India dengan menyesuaikan harga internasional (USD/INR) ke mata uang dan satuan ukuran setempat. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan harga pasar pada saat publikasi. Harga ini hanya sebagai referensi dan harga setempat dapat sedikit berbeda.

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain karena kilaunya dan penggunaannya sebagai perhiasan, logam mulia ini secara luas dipandang sebagai aset aman, yang berarti emas dianggap sebagai investasi yang baik di tengah gejolak. Emas juga secara luas dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank sentral merupakan pemegang emas terbesar. Untuk menopang mata uang mereka di tengah gejolak, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan dan membeli emas guna memperkuat persepsi terhadap kekuatan ekonomi dan mata uang mereka. Cadangan emas yang besar dapat menjadi sumber kepercayaan terhadap kemampuan suatu negara untuk memenuhi kewajiban keuangannya. Bank sentral menambahkan 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar ke dalam cadangan mereka pada 2022, menurut data Dewan Emas Dunia. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral di negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki meningkatkan cadangan emas mereka dengan cepat.
Emas memiliki korelasi negatif dengan dolar AS dan obligasi pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama sekaligus aset aman. Ketika dolar melemah, emas cenderung naik, sehingga memungkinkan investor dan bank sentral mendiversifikasi aset mereka di tengah gejolak. Emas juga berkorelasi negatif dengan aset berisiko. Reli di pasar saham cenderung menekan harga emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga emas dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi yang parah dapat dengan cepat mendorong lonjakan harga emas karena statusnya sebagai aset aman. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung naik ketika suku bunga turun, sementara biaya pinjaman yang lebih tinggi biasanya membebani logam mulia ini. Meski demikian, sebagian besar pergerakannya bergantung pada pergerakan dolar AS (USD) karena harga aset ini dinyatakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung membatasi kenaikan harga emas, sedangkan dolar yang lebih lemah berpotensi mendorong harga emas naik.
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat otomatisasi.)