
Harga emas di India naik pada Jumat, menurut data yang dihimpun oleh FXStreet.
Harga emas berada di level 12.736,75 rupee India (INR) per gram, naik dari INR 12.715,11 pada Kamis.
Harga emas meningkat menjadi INR 148.559,90 per tola dari INR 148.306,60 per tola sehari sebelumnya.
Satuan ukuran | Harga Emas dalam INR |
|---|---|
1 Gram | 12.736,75 |
10 Gram | 127.371,70 |
Tola | 148.559,90 |
Ons Troy | 396.160,50 |
FXStreet menghitung harga emas di India dengan menyesuaikan harga internasional (USD/INR) ke mata uang dan satuan ukuran setempat. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan harga pasar pada saat publikasi. Harga ini hanya sebagai referensi dan harga setempat dapat sedikit berbeda.

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena digunakan secara luas sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain karena kilaunya dan penggunaannya sebagai perhiasan, logam mulia ini secara luas dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven), yang berarti dianggap sebagai investasi yang baik pada masa penuh gejolak. Emas juga secara luas dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank sentral merupakan pemegang emas terbesar. Untuk menopang mata uang mereka pada masa penuh gejolak, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan dan membeli emas guna meningkatkan persepsi terhadap kekuatan ekonomi dan mata uang. Cadangan emas yang besar dapat menjadi sumber kepercayaan terhadap kemampuan suatu negara dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Bank sentral menambahkan 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar ke dalam cadangan mereka pada 2022, menurut data World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki tengah meningkatkan cadangan emas mereka dengan pesat.
Emas memiliki korelasi negatif dengan dolar AS dan obligasi pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan dan aset lindung nilai utama. Ketika dolar melemah, emas cenderung naik, sehingga memungkinkan investor dan bank sentral mendiversifikasi aset mereka pada masa penuh gejolak. Emas juga memiliki korelasi negatif dengan aset berisiko. Reli di pasar saham cenderung melemahkan harga emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga emas dapat bergerak akibat berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi yang parah dapat dengan cepat mendongkrak harga emas karena statusnya sebagai aset lindung nilai. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung naik ketika suku bunga turun, sementara biaya pinjaman yang lebih tinggi biasanya menekan logam kuning ini. Meski demikian, sebagian besar pergerakannya bergantung pada pergerakan dolar AS (USD) karena aset ini dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menahan kenaikan harga emas, sedangkan dolar yang lebih lemah berpotensi mendorong harga emas naik.
(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan artikel ini.)