Harga emas India hari ini: Harga emas turun menurut data FXStreet

Harga emas di India turun pada Jumat, menurut data yang dihimpun FXStreet.

Harga emas tercatat sebesar 12.225,43 rupee India (INR) per gram, turun dibandingkan INR 12.280,85 pada Kamis.

Harga emas turun menjadi INR 142.615,30 per tola dari INR 143.241,50 per tola sehari sebelumnya.

Satuan ukuran

Harga Emas dalam INR

1 Gram

12.225,43

10 Gram

122.268,20

Tola

142.615,30

Ons Troy

380.253,80

FXStreet menghitung harga emas di India dengan menyesuaikan harga internasional (USD/INR) ke mata uang dan satuan ukuran setempat. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan harga pasar yang diambil saat publikasi. Harga tersebut hanya sebagai referensi dan harga setempat dapat sedikit berbeda.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Tanya Jawab Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain karena kilaunya dan penggunaannya untuk perhiasan, logam mulia ini secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti emas dianggap sebagai investasi yang baik pada masa penuh gejolak. Emas juga secara luas dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank sentral merupakan pemegang emas terbesar. Untuk menopang mata uang mereka pada masa penuh gejolak, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan dan membeli emas guna memperkuat persepsi terhadap kekuatan ekonomi dan mata uang. Cadangan emas yang besar dapat menjadi sumber kepercayaan terhadap kemampuan suatu negara untuk memenuhi kewajiban keuangannya. Bank sentral menambah cadangan emas mereka sebanyak 1.136 ton senilai sekitar $70 miliar pada 2022, menurut data Dewan Emas Dunia. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral di negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki tengah meningkatkan cadangan emas mereka dengan cepat.

Emas memiliki korelasi negatif dengan dolar AS dan obligasi pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama sekaligus aset safe haven. Ketika dolar melemah, emas cenderung naik, sehingga memungkinkan investor dan bank sentral mendiversifikasi aset mereka pada masa penuh gejolak. Emas juga berkorelasi negatif dengan aset berisiko. Reli di pasar saham cenderung melemahkan harga emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga emas dapat bergerak karena beragam faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi yang parah dapat dengan cepat mendorong lonjakan harga emas berkat statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung naik ketika suku bunga lebih rendah, sementara biaya pinjaman yang lebih tinggi biasanya menekan logam kuning ini. Meski demikian, sebagian besar pergerakan harga bergantung pada pergerakan dolar AS (USD) karena harga aset ini dinyatakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menahan kenaikan harga emas, sedangkan dolar yang lebih lemah berpotensi mendorong harga emas naik.

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat otomatisasi.)