Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Uji Support Kunci di $4.070 di Tengah Tingginya Harga Minyak

  • XAU/USD merosot tajam pada Kamis, menguji level terendah dalam hampir tiga bulan di $4.070.
  • Lonjakan harga minyak telah mengimbangi dampak positif dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Di bawah $4.070, pelaku pasar yang berpandangan bearish akan membidik level psikologis $4.000.

Emas (XAU/USD) merosot tajam pada Selasa, menguji batas bawah rentang perdagangan selama tiga pekan terakhir sekaligus level terendah dalam hampir tiga bulan di $4.070, yang sejauh ini masih bertahan. Logam mulia tetap tertekan pada Kamis akibat kenaikan harga minyak, seiring konflik Timur Tengah yang berpotensi menjadi semakin rumit dan milisi Houthi Yaman yang terus menggempur ladang minyak Saudi.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Harga minyak Brent menguji level tertinggi dalam lima bulan di sekitar $109,00 dan minyak mentah WTI mendekati $100 setelah laporan New York Times mengindikasikan bahwa AS dan Israel mungkin sedang mempertimbangkan untuk kembali melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS.

Sementara itu, serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terus berlanjut. Serangan drone terhadap ladang minyak Shaybah milik Aramco dilaporkan menewaskan dua orang dan kembali memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan. Semua ini turut mendorong lonjakan harga minyak mentah belakangan ini dan mengimbangi dampak positif yang biasanya dirasakan logam mulia dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Analisis Teknis: Tekanan jual menguji $4.070 dengan sasaran $4.000

Chart Analysis XAU/USD

XAU/USD diperdagangkan di $4.085,58, tepat di atas area support penting di sekitar $4.070 yang telah menahan tekanan turun sejak akhir September. Indikator momentum pada grafik 4 jam mendukung pandangan bearish, dengan Indeks Kekuatan Relatif (RSI) (14) turun mendekati kisaran bawah 30-an, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) tetap berada di bawah nol.

Konfirmasi penembusan ke bawah area $4.070 tersebut (level terendah 7 dan 14 Oktober) akan mengalihkan perhatian ke level terendah akhir Juli dan awal Agustus di sekitar area psikologis $4.000. Sebaliknya, upaya kenaikan kemungkinan akan menghadapi hambatan di level tertinggi Selasa dan Rabu sekitar $4.150, sebelum mencapai area $4.200 (level tertinggi 13 dan 16 Oktober), serta batas atas rentang di sekitar $4.230.

(Analisis teknis dalam artikel ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Tanya Jawab Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena digunakan secara luas sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain karena kilaunya dan penggunaannya sebagai perhiasan, logam mulia ini juga secara luas dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven), yang berarti dianggap sebagai investasi yang baik pada masa penuh gejolak. Emas juga banyak dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank sentral merupakan pemegang emas terbesar. Untuk menopang mata uang mereka pada masa penuh gejolak, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan dan membeli emas guna memperkuat persepsi terhadap kekuatan ekonomi dan mata uangnya. Cadangan emas yang besar dapat menjadi sumber kepercayaan terhadap kemampuan suatu negara dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Bank sentral menambah cadangan emas sebanyak 1.136 ton senilai sekitar $70 miliar pada 2022, menurut data Dewan Emas Dunia. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki tengah meningkatkan cadangan emas mereka dengan cepat.

Emas memiliki korelasi negatif dengan dolar AS dan obligasi pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama sekaligus aset safe haven. Ketika dolar melemah, emas cenderung naik, sehingga memungkinkan investor dan bank sentral mendiversifikasi aset mereka pada masa penuh gejolak. Emas juga berkorelasi negatif dengan aset berisiko. Reli di pasar saham cenderung melemahkan harga emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga emas dapat bergerak karena beragam faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi yang parah dapat dengan cepat mendorong lonjakan harga emas karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung naik ketika suku bunga turun, sementara biaya pinjaman yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning ini. Namun, sebagian besar pergerakannya bergantung pada perilaku dolar AS (USD) karena aset ini dihargai dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menahan kenaikan harga emas, sedangkan dolar yang lebih lemah berpotensi mendorong harga emas naik.