Trendline adalah garis lurus yang digambar pada grafik harga untuk menunjukkan arah tren. Anda menggambarnya dengan menghubungkan dua atau lebih swing high atau swing low.
Trendline naik menghubungkan titik low yang semakin tinggi dan dapat bertindak sebagai support selama uptrend bertahan. Trendline turun menghubungkan titik high yang semakin rendah dan dapat bertindak sebagai resistance selama downtrend bertahan. Semakin sering harga menyentuh garis tanpa menembusnya, semakin banyak trader yang memperhatikan level tersebut.
Trendline bersifat diagonal, yang membedakannya dari garis support atau resistance horizontal yang digambar pada harga tetap. Trendline melacak level bergerak yang naik atau turun bersama tren, sementara support dan resistance horizontal berada pada satu harga. Penembusan trendline dapat menandakan tren yang melemah, tetapi trader mengonfirmasinya dengan price action, volume, atau indikator sebelum bertindak.
EUR/USD mencetak titik low yang lebih tinggi di 1.0800, 1.0850, dan 1.0900.
Anda menggambar trendline naik yang menghubungkan ketiga titik low tersebut.
Jika EUR/USD kemudian terkoreksi dan bertahan di atas garis itu, Anda dapat menganggapnya sebagai support. Jika harga menembus di bawah garis itu, Anda mungkin membacanya sebagai sinyal bearish.