Analisis teknikal adalah metode mempelajari pasar melalui pergerakan harga masa lalu, pola grafik, volume, dan indikator teknikal. Trader menggunakannya untuk membaca perilaku pasar dan menilai ke mana harga mungkin bergerak selanjutnya.
Analisis teknikal bekerja dengan premis bahwa harga sudah mencerminkan informasi yang tersedia dan bahwa pola dapat berulang, karena trader cenderung bereaksi dengan cara yang mirip terhadap support, resistance, tren, dan momentum. Ini berlaku di forex, saham, komoditas, indeks, kripto, futures, options, dan CFD, serta membantu keputusan entry, exit, stop-loss, dan timing.
Analisis teknikal berbeda dari analisis fundamental. Analisis teknikal membaca grafik dan menanyakan apa yang sedang dilakukan harga, sedangkan analisis fundamental membaca data yang mendasarinya, seperti suku bunga, laba, atau penawaran dan permintaan, lalu menanyakan berapa nilai suatu aset. Banyak trader menggabungkan keduanya, karena analisis teknikal menentukan waktu entry sementara fundamental menjelaskan pergerakannya. Ini tidak meramalkan apa pun dengan pasti, sehingga dipadukan dengan manajemen risiko dan sinyal konfirmasi.
Anda menganalisis EUR/USD pada grafik 1 jam dan membaca dua sinyal sekaligus.
Harga bertahan di atas support pada 1.0800, dan RSI berbalik naik dari kondisi oversold. Anda menganggap ini sebagai kemungkinan setup long.
Anda membeli di 1.0810, menetapkan stop loss di 1.0790, dan menempatkan target di 1.0890, dengan risiko 20 pip untuk menghasilkan 80:
80 pip / 20 pip = rasio risk-reward 1:4