Short adalah posisi yang menghasilkan keuntungan ketika harga suatu instrumen turun. Mengambil posisi short berarti menjual terlebih dahulu untuk mengambil eksposur negatif, sehingga nilai posisi naik saat pasar turun dan turun nilainya saat pasar naik.
Posisi short dibuka dengan menjual dan ditutup dengan membeli kembali, urutan yang berkebalikan dari transaksi long. Dalam trading CFD, forex, futures, dan opsi, Anda biasanya dapat mengambil posisi short tanpa memiliki aset acuan, karena produk tersebut dirancang untuk mengikuti harga ke dua arah. Posisi ini memperoleh selisih jika Anda membeli kembali pada harga yang lebih rendah daripada harga jual, dan merugi sebesar selisih jika Anda membeli kembali pada harga yang lebih tinggi.
Short adalah kebalikan dari long: posisi long dibeli terlebih dahulu dan menghasilkan keuntungan saat harga naik, sedangkan posisi short dijual terlebih dahulu dan menghasilkan keuntungan saat harga turun. Short juga lebih sempit maknanya daripada short selling, yang merupakan praktik khusus meminjam aset untuk menjualnya; Anda dapat memegang posisi short melalui derivatif tanpa pernah meminjam aset acuannya. Posisi short membawa risiko yang tidak terbatas, karena harga dapat terus naik tanpa batas atas, sehingga trader membatasinya dengan stop-loss dan ukuran posisi.
Anda memperkirakan EUR/USD akan turun dari 1.0850 ke 1.0800, jadi Anda membuka posisi short di 1.0850.
Jika EUR/USD turun ke 1.0800, Anda membeli kembali pada harga yang lebih rendah dan menutup posisi short dengan keuntungan.
Jika EUR/USD justru naik ke 1.0900, posisi short akan merugi, karena posisi short hanya menghasilkan keuntungan ketika harga turun.