Reversal adalah perubahan arah tren harga. Reversal bullish mengubah tren turun menjadi naik, sedangkan reversal bearish mengubah tren naik menjadi turun.
Reversal dapat terjadi pada forex, saham, komoditas, indeks, dan CFD. Ini sering dipicu oleh perubahan sentimen, rilis data ekonomi, hasil laba, keputusan bank sentral, atau reaksi kuat pada level support atau resistance. Trader mencari konfirmasi dari pola candlestick, volume, indikator momentum, atau penembusan garis tren sebelum menganggap suatu pembalikan sebagai reversal.
Reversal berbeda dari pullback. Reversal adalah perubahan yang bertahan lama pada tren utama, sedangkan pullback adalah pergerakan sementara yang melawan tren lalu kembali melanjutkan arah aslinya. Risikonya terletak pada kekeliruan membedakan keduanya: bertindak atas pullback seolah-olah itu reversal, atau sebaliknya, akan membuat Anda berada di sisi tren yang salah.
Sebuah saham naik dari USD 40 ke USD 55 selama beberapa minggu.
Kemudian saham tersebut gagal menembus di atas resistance dan turun di bawah level support penting di USD 50.
Trader dapat membaca ini sebagai reversal bearish, karena tren naik sebelumnya telah berubah menjadi pergerakan turun alih-alih hanya berhenti sejenak.