Gap adalah area harga pada grafik di mana suatu instrumen dibuka jauh di atas atau di bawah harga penutupan sebelumnya, dengan sedikit atau tanpa transaksi di antaranya. Ini terlihat sebagai jeda yang jelas dalam rangkaian harga, bukan deretan candle yang berkesinambungan.
Gap terbentuk ketika order beli atau jual menumpuk saat pasar tutup atau bergerak terlalu cepat untuk memperdagangkan setiap harga. Ini umum terjadi setelah rilis laba, data ekonomi, atau akhir pekan, dan muncul di pasar saham, indeks, komoditas, forex, dan CFD.
Gap yang dibuka di atas penutupan sebelumnya disebut gap up; yang dibuka di bawah disebut gap down. Harga kemudian dapat kembali diperdagangkan melalui area yang terlewati, yang disebut menutup gap, atau dapat bertahan dan melanjutkan arah breakout. Gap paling terlihat di pasar dengan jam perdagangan tetap, seperti saham dan indeks, dan jauh lebih jarang di forex 24 jam di luar pembukaan akhir pekan.
Sebuah CFD saham ditutup pada USD 50 pada hari Senin.
Semalam, perusahaan melaporkan laba yang lebih kuat dari perkiraan, dan saham dibuka pada USD 55 pada hari Selasa.
Grafik menunjukkan gap up antara USD 50 dan USD 55, karena tidak ada transaksi yang terjadi di antara harga tersebut.
USD 55 - USD 50 = USD 5
Jika harga kemudian turun kembali ke USD 50, gap tersebut telah tertutup. Jika bertahan di atas USD 55, gap tetap terbuka.