Day trading adalah praktik membeli dan menjual instrumen dalam satu hari perdagangan. Seorang day trader menutup setiap posisi sebelum sesi berakhir untuk menghindari gap semalam, biaya pendanaan, dan berita yang muncul saat pasar tutup.
Day trading dilakukan pada saham, forex, komoditas, indeks, kripto, futures, opsi, dan CFD. Seorang day trader mengandalkan pergerakan harga jangka pendek, analisis teknikal, likuiditas, volatilitas, spread ketat, dan eksekusi cepat untuk memanfaatkan pergerakan kecil berulang kali sepanjang hari.
Day trading berisiko tinggi, karena pergerakan kecil berubah menjadi keuntungan atau kerugian yang cepat begitu leverage terlibat, dan efeknya bertambah di banyak transaksi dalam sehari. Seorang day trader mengelolanya dengan ukuran posisi, order stop-loss, rencana trading, dan batas kerugian harian. Aturan menutup semua posisi saat penutupan inilah yang membedakan gaya ini: tidak ada posisi yang dibawa semalam, tidak seperti swing trading, yang menahan posisi selama beberapa hari atau minggu.
Anda membeli EUR/USD di 1.0850 selama sesi London. Harga naik ke 1.0880 pada hari yang sama, dan Anda menutup posisi sebelum sesi berakhir.
1.0880 - 1.0850 = 30 pip
Ini adalah day trading karena Anda membuka dan menutup posisi dalam satu hari dan tidak menahan apa pun semalam.