EUR/USD adalah nilai tukar antara euro dan dolar AS, yang menunjukkan berapa banyak dolar AS yang dapat dibeli oleh satu euro. Ini adalah pasangan mata uang yang paling aktif diperdagangkan di dunia, sekitar 21% dari sekitar $9,6 triliun yang berpindah tangan di pasar forex global setiap hari (BIS Triennial Survey, 2025), yang memberinya likuiditas terdalam dan spread paling ketat di antara semua pasangan. Trader menjulukinya "fiber".
Euro adalah mata uang dasar dan dolar AS adalah mata uang kuotasi, jadi kuotasi 1.0850 berarti satu euro bernilai 1.0850 dolar AS. Harga yang naik berarti euro menguat terhadap dolar, sedangkan harga yang turun berarti sebaliknya. Anda memperdagangkan EUR/USD sebagai CFD forex, mengambil posisi pada harga alih-alih membeli euro secara langsung: ambil posisi long jika Anda memperkirakan euro akan naik, short jika Anda memperkirakan euro akan turun. Pergerakan dihitung dalam pip, yaitu tempat desimal keempat, dan hasil Anda adalah pip yang diperoleh atau hilang dikalikan ukuran posisi Anda.
Faktor yang paling menggerakkan EUR/USD adalah kesenjangan suku bunga antara Bank Sentral Eropa dan Federal Reserve AS, bersama dengan data pertumbuhan dan inflasi zona euro serta AS: The Fed yang lebih hawkish cenderung mengangkat dolar dan mendorong pasangan ini turun. Sebagai pasangan mayor acuan, pasangan ini bereaksi cepat terhadap rilis data AS dan perubahan sentimen risiko global.
Misalkan Anda memperkirakan euro akan menguat, sehingga Anda membeli satu lot standar EUR/USD (100.000 euro) di 1.0850. Setiap pip bernilai $10, jadi kenaikan 50 pip ke 1.0900 menghasilkan:
50 √ó $10 = $500
Penurunan 50 pip ke 1.0800 justru akan menimbulkan kerugian $500. Karena Anda trading dengan leverage, Anda hanya menyetor sebagian dari nilai kontrak $108,500 sebagai margin: pada 30:1, sekitar $3,617, yang memperbesar baik keuntungan maupun kerugian.