Nilai intrinsik adalah nilai dasar suatu aset yang dinilai dari fundamentalnya, bukan dari harga pasarnya saat ini. Ini digunakan untuk menilai saham, bisnis, obligasi, dan opsi.
Untuk saham atau bisnis, investor memperkirakan nilai intrinsik dari faktor-faktor seperti laba, arus kas, aset, liabilitas, potensi pertumbuhan, dan risiko. Untuk opsi, nilai intrinsik memiliki arti yang spesifik: yaitu jumlah di mana opsi tersebut in the money, selisih antara harga strike dan harga saat ini dari aset acuan, dan nilainya nol ketika opsi tersebut out of the money.
Nilai intrinsik berbeda dari nilai pasar, yaitu harga saat aset benar-benar diperdagangkan. Ketika nilai pasar berada di bawah estimasi nilai intrinsik, aset tersebut mungkin dinilai terlalu rendah, dan ketika berada di atasnya, aset tersebut mungkin dinilai terlalu tinggi. Untuk opsi, selisih antara harga pasar dan nilai intrinsiknya adalah nilai waktu, yaitu tambahan yang dibayar pembeli untuk peluang bahwa opsi bergerak lebih jauh in the money sebelum kedaluwarsa.
Anda memperkirakan nilai intrinsik sebuah saham sebesar USD 50 per saham. Saat ini saham tersebut diperdagangkan pada USD 40.
Selisih antara estimasi Anda dan harga pasar adalah:
USD 50 - USD 40 = USD 10 per saham
Karena harga pasar berada di bawah estimasi Anda, Anda mungkin menganggap saham tersebut dinilai terlalu rendah sekitar USD 10 per saham.