Risiko keuangan adalah kemungkinan bahwa hasil keuangan aktual berbeda dari yang diharapkan, biasanya menjadi lebih buruk. Ini dapat berarti kehilangan modal, tidak mencapai target imbal hasil, atau gagal memenuhi kewajiban utang.
Risiko keuangan memiliki beberapa bentuk, termasuk risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko suku bunga, risiko mata uang, dan risiko operasional. Masing-masing dapat menyebabkan kerugian investasi, biaya pinjaman yang lebih tinggi, atau kesulitan memenuhi kewajiban ketika kondisi berubah.
Risiko keuangan adalah pasangan dari imbal hasil: semakin tinggi potensi keuntungan, semakin besar pula risiko yang biasanya menyertainya. Investor dan bisnis mengelolanya melalui diversifikasi, lindung nilai, asuransi, serta perencanaan utang dan likuiditas yang cermat, alih-alih mencoba menghilangkannya sepenuhnya.
Sebuah perusahaan meminjam USD 500,000 untuk mendanai ekspansi.
Jika penjualan turun dan arus kas melemah, perusahaan itu mungkin kesulitan melakukan pembayaran pinjaman.
Itulah risiko keuangan: hasil aktual ternyata lebih buruk dari yang diharapkan dan mengancam kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban utangnya.