Kapitalisasi berarti mencatat suatu biaya sebagai aset jangka panjang di neraca alih-alih membebankannya sebagai beban langsung pada laporan laba rugi. Perusahaan mengkapitalisasi biaya ketika perusahaan memperkirakan pengeluaran tersebut akan memberikan nilai selama lebih dari satu periode akuntansi.
Biaya yang dikapitalisasi kemudian dialokasikan sepanjang umur manfaat aset tersebut, bukan dibukukan sekaligus. Aset berwujud seperti peralatan diturunkan nilainya melalui depresiasi, sedangkan aset tidak berwujud seperti perangkat lunak atau paten diturunkan nilainya melalui amortisasi.
Dalam akuntansi, kapitalisasi adalah kebalikan dari pembebanan biaya. Pembebanan biaya mencatat seluruh biaya pada periode berjalan dan mengurangi laba periode ini; kapitalisasi menangguhkan sebagian besar biaya tersebut, sehingga dapat meningkatkan laba jangka pendek meskipun biaya aset itu tetap diakui secara bertahap sepanjang masa manfaatnya.
Sebuah perusahaan mengeluarkan USD 100,000 untuk peralatan yang diperkirakan akan digunakan selama lima tahun. Alih-alih mencatat seluruh jumlah tersebut sebagai beban secara langsung, perusahaan mengkapitalisasi peralatan itu sebagai aset.
Dengan metode depresiasi garis lurus, perusahaan membagi biaya tersebut secara merata selama lima tahun:
USD 100,000 √∑ 5 = USD 20,000
Perusahaan mencatat beban depresiasi sebesar USD 20,000 setiap tahun selama lima tahun.